Cerita Sex Suka Bulu Lebat

Diposting pada

Selamat datang di Cerita Sex Persembahan sukaporno. saat ini Team Cerita sex ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Sex Suka Bulu Lebat. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Sex Suka Bulu Lebat

bandar sakong   bandar kiu kiu

Cerita Sex Suka Bulu Lebat

Manajer pabrik yang baru direkrut, Alex Nyerere, harus melaksanakan job training utntuk memahami proses produksi yang sudah berjalan di Indonesia. Aku yang ditunjuk menjadi partnernya selama dia melaksanakan job trainingnya di Indonesia.

Alex orang kulit hitam, tetapi berbeda dengan kebanyakan kulit hitam Afrika, wajahnya tergolong tampan, tidah dihiasi dengan hidung yang besar dan bibir yang tebal. Orangnya pun menyenangkan, dia berusaha sangat keras untuk belajar bahasa Indonesia, danaku yang menjadi partnet latihan bicara bahasa Indonesia.

Dia mendapat fasilitas rumah dari kantor. Rumahnya cukup besar dengan kolam renang di halaman belakang yang tertutup. Karena aku ditunjuk sebagai partnernya, aku harus memastikan bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan tersedia.

Dengandemikian, kami sering sekali bersama, baik di pekerjaan atau menemani dia sesekali setelah selesai kerja. Suamiku tidak mempermasalahkan hal itu karena dia sendiri juga selalu tenggelam menggeluti bisnisnya, sehingga sering lupa untuk menggeluti aku, istrinya.

Suatu sore setelah menyelesaikan pekerjaan hari ini, aku bersantai dengan dia di halaman belakang rumahnya, dipinggir pool.

“Sin, kita berenang yuk”, ajaknya.

“Sintia gak bawa baju renang, Jul’.

“Berenang telanjang saja, ha ha”, ganggunya sambil tertawa. Aku hanya senyum2 saja.

“Besok deh, kan kita besok gak banyak pekerjaan, Sintia akan bawa bikini untuk nemenin kamu berenang”.

“Deal”, kami melanjutkan obrolan sore, kemudian aku pamit pulang.

Besok sore, seperti yang sudah direncanakan, kami kembali bersantai di pool dibelakang rumahnya. Alex memutar lagu2 romantis dari portable player, diamenyediakan juga minuman dan makanan kecil di meja.

Aku mengenakan bikinikuyang tidak terlalu minim untuk menyembunyikan jembutku agar tidak terlalu ngintip keluar. Alex terbelalak melihat aku hanya berbikini, “Sin kamu sungguh sexy hanya memakai bikini. ada kamu besar dan kencang, pinggang kamu ramping dan pinggul kamu besar, sungguh merangsang”, katanya memuji.

Aku hanya tersenyum mendengar pujiannya. Aku berbaring di dipan sambil minum minuman non alkohol yang sudah disediakan. Diapun hanya mengenakan celana pendek gombrang, dadanya bidang dan sedikit berbulu, menambahkegantengannya, walaupun kulitnya hitam. Dia minum bir sambil berbaring disebelahku. memang dipannya cukup untuk 2 orang berbaring bersebelahan.

“Kamu kalo malem sendirian, suka bawa perempuan ya Jul”, tanyaku. Aku memang belum pernah sampai malem di rumahnya.

“Wajar kan Sin, sebagai seoranglelaki aku juga butuh penyaluran sex”.

“Terus perempuannya kamu dapet darimana?”

“Aku sering jalan di mal sehabis makan malam, banyak prempuan muda yang cantik dan sexy yang berseliweran di mall. aku pilih seorang yang

paling memenuhi seleraku dan kuajak ke rumah”. Dia mau kamu ajak ke rumah”, tanyaku lebih lanjut.

“Ya mau lah, sebelum ke rumah, dia minta dibelikanpakaian, ya aku belikan. Kan harus take and give”.

“Tipe prempuan yang kamu bawa sepertri apa”.

“Seperti kamu lah, muda, cantik, seksi, dada dan pinggulbesar, dan bulunya lebat”.

“Kamu senang dengan yang bulunya lebat”.

“Ya, karena prempuan yang bulunya lebat hot sekali kalo diajak maen. Gak puas cuma sekali maen”. Terus kamu maen berapa ronde dengan prempuan itu”.

“2 -3kali, dari malem sampe pagi”.

“Prempuannya puas dong”. “Iya, dia bilang sangat puas dan sangat lemes melayani napsuku”.

“Kamu selalu ajak prempuan itu atau berganti2”.

“Aku sudah beberapa kali maen dengan prempuan yang sama”.

“Pantes tempo hari kamu kelihatannya sayu, ngantuk rupanya abis semalem kerja keras ya”, godaku sambil tertawa. Aku terangsang jugamendengar pengakuannya. Pasti orng negro kon tolnya besar, apalagi dia kuat ngen totnya, semaleman bisa 2-3 kali maen, pantes ceweknya terkapar.

Aku juga pengen dibuat terkapar olehnya. “Kalo dengan aku kamu napsu gak”, pancingku. Wah, kamu sangat memenuhi kriteria aku Sin, cuma aku belum tau bulu kamu lebat atau tidak”.

“Kamu priksa saja”, tantangku. Bir sudahmempengaruhi dia, dia langsung memeluk dan mencium bibirku.

“Kamu punya besar ya”, kataku tanpa tedeng aling2. “Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja”, katanya sambil tersenyum. “Tidak apa-apa kok..”

Alex lalu melepas celana gombrangnya, dia sudah tidak mengenakan cd lagi. kont0lnya besar tapi dalam keadaan belum ngaceng sekali.

“Hai.. lihat ini”,katanya sambil tangan kirinya memegang penisnya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiriku.

Aku melihat penis Alex yang besar berwarna hitam dengan kepala penis seperti topi baja.

“Kamu lihat ini dan pegang saja!” kata Alex.

“Wihh takut akhh..” desahku dengan suara serak. “Tidak apa-apa biar kamu tidak penasaran lagi”, katanya. Aku masih terpaku melihat penis Alex.

Alex langsung dia mencium pipiku perlahan. Karena aku masih diam saja maka wajah aku dipegangnya dan dia mencium bibirku dengan perlahan.

Aku membalas ciuman itu dengan membuka bibirku, serta merta Alex melumat bibirku dan memasukkan lidahnya.

“Emmhh..” desahku perlahan.

“Kamu suka kanSin ngeliat aku punya” bisik Alex di kupingku. Aku hanya mengangguk. Melihat reaksi positif dari aku, tangan kiriku diarahkan untuk memegang kont0lnya.

Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak, penis itu berikut biji pelernya yang ditutupi jembut lebat. Aku mulai memegang penisnya dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jariku tidak dapatbersentuhan (membuat bentuk huruf O).

Hal ini membuat aku penasaran ingin melihat secara jelas bentuk kont0lnya kalo udah ngaceng, “Aakkhh gedee bangeet..” desahku dengan suara parau. Kemudian Alex sambil mencium telingaku berbisik, “Kamu kocokin dong..” desahnya. Aku menuruti permintaan Alex dan perlahan jariku meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah,

Dan dalam relatif singkat penisnya tersebut ngaceng dengan kerasnya ditangan aku. Panjang dan besar. “Emmhh.. akhh..” desahnya. Sementara aku terus mengocok penisnya, Alex pun dengan nafsunya mengulum bibirku dan jemarinya dengan cepat membuka ikatan braku.

Dengan sigap dia langsungmeremas toketku yang telah mengeras. “Akhh enak Alex..” desahku menggelinjang. Bibirku dilepasnya dan mulut Alex langsung mendekat ke dadaku sambil terus meremas perlahan. Pentilku dihisap sambil dijilat, toketku berganti-ganti diremasnya sehingga, “Akhh.uuff..” erangku keenakan.

Wajahku sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangankiriku terus mengocok penis Alex yang besar dengan makin cepat,kadang-kadang kuremas penis itu dengan kuat karena aku sudah tidak bisa menahan rangsangan yang ada pada sekujur tubuhku.

“Ooohh.. .” desahkukeenakan. Tangan kananku menekan kepala Alex ke dadaku sementara tangankiriku sudah tidak beraturan mengocok penis besarnya.

Alex segera membuka ikatan cdku sehingga menyembullah pahaku dan gundukan nonokku yang ditutupi oleh jembut hitam lebat. “Kamu mulus sekali Nes, bulu kamu lebat sekali..” bisik Alex sambil tangannya mengusap pahaku.

“Ahhkamuu..” aku tersenyum keenakan. Aku hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulku sambil merenggangkan pahaku ketika jari-jari Alex itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas nonokku yang ditumbuhi jembut dan menyebarkan aroma yang khas. Kami sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.

“Saya suka sekali perempuan Indonesia..” desah Alex.

“Wanginya sangat merangsang sekali”, kata Alex sambil mendesah.

“Emmhh..” desahku sambil mengerakkan pinggulku ke kiri dan ke kanan. Jarinya mulaimenyentuh belahan nonokku dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah.

Belahan nonokku sudah terlihat basah dan menjadi licin dan makin menyebarkan aroma yang membuat Alex dan aku menjadi makin terangsang. Aku sudah melepaskan penisnya dan kedua tanganku terkulai lemas meremas kepala Alex, kadang-kadang mengusap punggung Alex.

Alex sabar sekali, sementara tangan kiri terus membelai belahan nonokku, tangan kanannyameremas toketku, sementara itu mulutnya menghisap pentilku yang telahmengeras serta menjilati permukaan toketku atau engulum bibirku. Kurang lebih 20 menit Alex telah merangsang sekujur tubuhku.

Dia dengan leluasamenggerayangi sekujur tubuhku. Aku hanya tersenyum puas dan pasrah diraba dan diremas Alex. Alex pun menciumi seluruh tubuhku yang telah polos, bahkan sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah.

Sungguh sensasi luar biasa. Alex terus membelai belahan nonokku tanpa dia berusahamemasukkan jari tengah tersebut ke dalam nonokku yang telah terpampangdengan pasrah. Sementara aku telah dalam posisi setengah rebahan dengan kakiterbuka mengangkang. Alex melihat aku sudah pasrah dan seluruh badankubergetar menahan napsuku yang berkobar2. Segera dia merubah posisi badannya menghadap ke aku.

Dia berlutut di depanku yang telah mengangkangkan kakiku sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kakiku yang mengangkang lebardan nonokku yang telah terlihat jelas telah basah. kont0l Alex yang benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan nonokku.

“Pelan2 Alex”, bisikku.

“Ya, aku akan pelan2, kamu harus mencobanya”, desah Alex sambil mulai mengarahkan penisnya ke nonok ku yang telah terbuka sedikit akibat jari-jari Alex yang terus membelai belahan nonokku.

“Aku tempelkan saja dahulu kont0l ini sampai kamu siap..” kata Alex merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kupingku. Aku yang keenakan lalumembiarkan Alex melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Alex dengan kedua kakiku, aku melihat penisnya yang besar itu ditempelkan tepat di belahan nonokku yang telah basah. Aku merasa penisnya mulai secara perlahan menggeser di belahan nonokku. “Oohh.. Alex.. enaakk.. ” erangku.

“Uuuff..” desah Alex keenakan, “Yaa enakk Sin..”.

“Teruss digesek dan ditekan Alex..” pintaku.

“Ya sayang..” kata Alex mulai mempercepat gesekan di belahan nonokku.

“Tekan teruuss Alex..” erangku yang makin lama semakin keenakan.

“Enaakk.. oohh.. puasin Sintia, Alex” desahku dengansuara yang telah parau. Posisi kakiku telah mengangkang dengan lebar membuatAlex lebih leluasa menggerakkan dan kadang mendorong penisnya ke depansehingga lebih menekan dan menggesek belahan nonokku. Kulihat nonokku telah terbelah bibirnya karena tekanan dan gesekan penis Alex, kepala penis Alex mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong itilku.

“Aahh..aduuhh.. ennaakk”, desahku sementara tanganku telah berada di belakangpunggung Alex dan sambil menekan pantat Alex. “Emh.. ” erang Alex menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam nonok ku tapi kerena aku tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinginannya.

“Alex.. Alex.. eeng..” aku bergumam, aku telah siap dimasuki oleh kont0l besar itu. Aku mendorong dan menarik pantat Alex sedangkan posisi kepala penisnya melewati itilku. Terlihat penisnya mulai bergerak mengikuti arahanku, mencoba untuk terus menerobos liang nonokku yang akan terasasempit sekali untuk ukuran kont0l sebesar Alex. Kepalaku sudah menengadahke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutku terbukamengerang,

“Ahh..” “Sin..akhh”, desah Alex meminta kepastian kesiapan akuapakah seluruh kont0lnya dapat menerobos masuk ke dalam nonokku. Tapi akusudah tidak dapat berkata-kata karena mulutku hanya dapat menganga terbuka.

“Uuff.. ” desah Alex sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat . Kepala penis Alex terus menekan itilku berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir nonokku.
“Akhh..engg.. aakhh” aku mencengkeram pantat Alex kuat-kuat dan akibat sundulan kepala penisnya,

“Oohh.. Sintia..nyampe Alex.. uuff.. aahh.. enaak..”erangku kelonjotan dan bergetar seluruh badanku di dalam pelukan Alex.

Alex merasakan siraman cairan hangat dari dalam nonokku yang terus mengalir membasahi batang dan kepala penisnya, membuat penis itu menjadi mengkilap dan basah. “Kamuu.. nyampe ya Sin.. ” desah Alex dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.

“Eeennakk.. oohh Sintia.. puaass”, aku terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala penis Alex di dalam nonokku . Ternyata hanya sebatas leher kepala penis Alex yang dapat terbenam di dalam nonokku dan terasa terus menggesek dinding nonokku.

“Teruss.. Alex.. tekan teruuss.. oohh.. benar enak.. ahh..” aku tersenyum puas melihat Alex masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding nonokku. Alex melihat aku tersenyum dan ikut tersenyum puas.

“Kamu puass..Sin. enak.. kan..” senyum Alex sambil menjilat bibirnya sendiri. “Biar kamuu.. lebih puaas Sin..” kata Alex sambil terus menghujamkan sepertiga penisnya ke dalam liang nonokku. Terdengar bunyi,

“Sleepp..ahhkk.. brreet..” rupanya nonokku terus semakin basah dan semakinlicin untuk penis Alex yang terjepit di nonokku.

“Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Sin.. untuk masuk..” Alex penasaransekali dengan nonokku yang terlalu sempit. Gila memang, penis Alex yangbesar itu berhasil menggelosor keluar masuk di nonokku. Posisiku sudah ditindih oleh badan Alex

“Kamuu berbalik.” desah Alex, lalu Alex menarik penisnya, dan aku mengambil posisi menungging. Bibir nonokku dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggirannya. Alex mengambil posisi tepat di belakang pantatku.

Setelah lima kali meremasbongkahan pantatku dengan penuh nafsu, sedikit demi sedikit Alex mulai menempelkan kepala penisnya dibelahan nonokku dan terus menggesekkankepala penis tersebut ke atas dan ke bawah belahan nonokku. “Aahh.. ennaak..

Alex..” desahku terpejam. “Nikmatnya penis kamuu.. enak.. Alex..” setelah delapan gesekan naik turun, aku makin mendesah. “Masukin Alex.. Sintia mau dien tot.. yang enak.. aahhk”, dengan sedikit hentakan kepala kont0l Alex mulai menerobos dinding nonokku.

Perlahan melakukan gerakanmaju mundur dan makin lama semakin cepat. penis Alex sebagian sudah tenggelam di dalam nonokku. “Ahhk.. uuff..enaak.. oohhkk.. yaa.. teruus.. haak!” Alex mengeram dengan nafas yang memburu, begitu juga aku. Alexmemegang pinggulkusambil mendorong penisnya yang menghujam semakin dalam

Alexnok ku. “Hee.. aakhh.. okh..” nafas Alex memburu dengan cepatsementara gerakan penisnya di dalam nonokku terus keluar masuk dan kadangberputar seperti mengebor nonokku. “Akhh.. eennak.. giila..aduh….penis kamu mentook.. mmffhh.. yaa terus..” erangku.

“Sintia.. enak.. gilaa..masuk.. semuaa.. mmffhh..puas, kamu.. kuat aakh..” Alex terus menghujamkan penisnya dalam-dalam ke nonokku. Sementara aku hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala penis Alex mentok di dinding rahimku.

“Sintia keluarr lagi.. Alex.. aahk enak..” erangku terpejam.

Aku benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalaku sudah rebah kematras, sementara tangan terkulai lemas, rambut telah basah semua danbadanku telah bermandikan keringat. “Aahk Alex, Sintia.. lemes.. gila..keluarin Alex..” pintaku memelas.

“Yaa.. akh yak.. duh.. Sin.. aku keluarin.. huu.. enaak nonok kamu.. aku mau keluarr.. gila! Enaak.. aku maukeluaar.. aahh.. hak.. uuff.. oohk.. kamu hebat Sin..” Alex melakukangerakan sangat cepat menghentakkan penisnya sampai berbunyi,

“Cepaak.. cepakk..” supaya penisnya masuk lebih dalam. Aku melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat penis Alex dengan nonokku.

“Sintia juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Alex”. “Gila.. aahh.. aku juga..keluaar.. haa.. enak..” Kami berdua nyampe bareng, terasa sekali semburan keras peju Alex yang hangat dinonokku. Alex tersenyum puas sambil tangannya meremas toketku dan mulutnya mencium bibirku yang telah terkulai lemas di matras.Alex tetap dalam posisi memeluk aku dari belakang sementara penis Alex yang sudah mengeluarkan pejunya di dalam nonokku, masih berada di dalam nonok aku, belum menyusut mengecil dan terlepas. Lemas sekali, tapi nikmat.

Setelah semuanya reda, Alex mengajakku masuk ke rumah dan menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan badan, kami berpakaian kembali.

“Sin,kamu malem ini nemani aku saja ya”. “Aku mesti bilang apa sama suamiku”,tanyaku.

“Bilang saja kamu ada pekerjaan yang harus diselesaikan malem inijuga, kamu tinggal di kantor”.

Kupikir make sense juga alesannya, aku segera memberitahu suamiku usulan Alex, berbohong demi kenikmatan yang sangat.

Suamiku, seperti biasa setuju saja dengan permintaanku karena dia sendiri malem ini harus keluar kota untuk menangani proyek bisnis barunya. Kami segera keluar untuk mencari makan malam. Setelah kenyang, kami mampir di pub untuk bersantai sambil mendengarkan musik.

Santai sekali malem ini, aku sangat menikmatinya. Kembali ke rumah, dia segera menarikku ke kamarnya untuk memulai ronde berikutnya. Aku berbaring diranjangnya hanya memakai daleman model bikini yang tipis dan minim, sehingga semuanya terlihat dengan jelas. Alex sangat bernapsu melihat pemandangan indah yang tergolek diranjangnya.

Segera dia menemaniku berbaring di ranjang. Pentilku yang besar dan jembutku yang lebat berbayang didalemanku yang tipis. Alex napsu sekali melihat itu, segera aku dipeluknya dari belakang dan diremesnya toketku dengan kuat. penisnya terasa keras sekali, digesekkannya kepantatku.

“Kamu dah napsu ya”, godaku.

“Siapa yang gak napsu ngeliat kamu yang merangsang kayak gini”, jawabnya sambil terus meremas toketku. Pentilkudiplintir2nya dari luar bra tipisku. Napsuku pun naik diperlakukan seperti itu. “Sin, lepas aja ya dalemani kamu”, katanya sambil menarik tali pengikat bra di leherku.

Segera terbukalah toketku, segera diremes2nya lagi dengan penuh napsu. “Aaah”, erangku makin terangsang. Gak lama kemudian pengikat

cdku diurainya juga sehingga akupun bertelanjang bulat. Alexpun sudah bertelanjang bulat pula. penisnya yang besar sudah ngaceng dengan sempurna, mengangguk2 seirama dengan gerakan badannya.

Aku berbaring telentang. Paha kukangkangkan sehingga nonokku yang berwarnamerah kehitaman merekah mengundang penis Alex untuk segera memasukinya. Dia mengurut penisnya yang sudah ngaceng berat sambil sambil meraba dan meremasi toketku yg sudah mengencang itu.

Aku menjadi makin bernapsu kerika dia meraba nonokku dan mengilik itilku. Aku meraih penisnya dan kukocok pelan. “Jul, geli, enak”, erangku sambil mempercepat kocokan pada kont0lnya.

Kuremasi toketku sambil mengilik itilku sendiri. Nonokku sudah kuyup saking napsunya. Segera aku meraih penisnya dan kuarahkan ke mulutku. Kujilatiseluruh penisnya dari ujung kepala sampai ke biji pelirnya tak lupa kukulum sambil sesekali di sedot dengan kuat.

“Ufffffff enak sekali Sin terusin isapnya isap yg kenceng”, Alex mendesah2. Karena aku sudah nafsu, dengan kuat kusedot ujung kepala penisnya sambil sesekali menggunakan ujung lidahku memainkan lubang kencingnya.

Segera Alex memposisikan dirinya supaya bisa menjilati dan menghisap nonokku yg sudah terbuka itu. Ketika dia menjilati itilku aku mengelinjang kenikmatan sambil kepalanya kukempit dengan kedua belah pahaku, aku ingin agar dia lebih lama menjilati nonokku.

Dengan dua jari, jari tengah dan telunjuk dimasukkannya ke dalam nonokku dan dikocok dengan lembut hingga aku mengerang-erang keenakkan. kont0lnya kugenggam erat sambil terus menghisap-isap ujung penisnya.

Cukup lama kami saling isap dan jilat. Kini dia terlentang di ranjang dan aku berada di antara ke dua paha nya. Aku mengisap dan menggigit kecil ujung penisnya hingga dia kelojotan merasakan geli yg luar biasa. Segera aja dia menarik kepalaku agar melepaskan penisnya dari mulutku, dan kini aku direbahkan

lalu dia menghisap pentilku sebelah kanan sambil pentil yg satunya dimainkan dengan jarinya. Aku sangat menikmati permainan ini sambil tanganku mengilik sendiri itilku. Aku mengangkangkan pahaku dengan lebar dan setengah kuangkat agar lebih mudah aku memasukkan jariku.

“Jul,,,,,ayo masukin penis kamu di nonok Sintia dong¦.. Sintia udah kepengen lagi nihh..” pintaku sambil mengarahkan penisnya ke arah nonokku. Sambil kutuntun dia memasukkan ujung penisnya di nonokku. Aku yang sudah sangat kepengen, sengaja mengangkat pantatku sehingga seluruh penisnya masuk ke dalam nonokku.

“Accchhhhhh..”, desahku. Kali ini lebih mudah penisnya masuk, nonokku rupanya sudah menyesuaikan diri dengan penis extra largenya. Kedua paha kulingkarkan di badannya agar penisnya tetap menancap di nonokku.

Dia menarik penisnya sedikit keluar lalu dimasukkan dalam-dalam, ditarik lagi dimasukkan lagi dengan ritme yang berirama membuat aku mengerang-erang keenakkan, kini dengan ritme yg lebih cepat dia menekan sekuat tenaga hingga mulutku menganga tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun karena nikmat yang kurasakan membuat aku hanya sanggup mengelinjang-gelinjang keenakan. Toketku bergerak naik turun seirama dengan kocokan penisnya di nonokku.

“aaccchhhhh Sintia pengen puass dulu ya” pintaku. Tanpa menunggu jawabannya aku lalu kini berada di atas tubuhnya, penisnya yang ngaceng itu kutuntun ke nonokku, lalu dengan jeritan kecil ” Aauuu..” seluruh penisnya kini amblas masuk ke dalam nonokku yg semakin licin itu.

Kini aku sepenuhnya bebas menguasai kont0lnya, seperti orang naik kuda semakin lama semakin cepat gerakanku sambil tangannya meremas kedua toketku. Aku tidak lagi bergaya seperti naik kuda, tetapi tetap seperti posisi semula hanya kini aku menggesekkan nonokku maju mundur sambil kuremas sendiri toketku hingga akhirnya aku mengejang-ngejang beberapa saat sambil menggigit bibir dan mata terpejam merasakan nikmat yang tiada tara itu, akhirnya aku terkulai di atas tubuhnya beberapa saat.

Segera Alex meminta agar aku berjongkok aja, posisi doggie style adalah posisi kegemaran ku, segera aku berjongkok sambil membuka lebar pahakuhingga dia dapat melihat dengan jelas nonokku yang berjembut lebat. Kini kepala penisnya diarahkannya ke nonokku, dengan sekali dorongan, masuklah sebagian penisnya ke dalam nonok ku.

Aku menjerit kecil. Aku memundurkan pantatku hingga amblaslah seluruh penisnya ke dalam nonokku. Dengan kuat dia mendesakkan seluruh kont0lnya dengan irama yangg beraturan hingga aku merasa kegelian lagi. Dia membasahi jari telunjuknya dengan ludah dan dibasahinya pula lubang pantatku dengan air ludahnya.

Sambil terus menggoyang penisnya di masukkannya jari telunjuknya ke pantatku hinggaseluruh jarinya masuk, sambil menekan ke bawah hingga merasakan geseran penisnya di dalam nonokku. Aku bisa menikmati permainan ini, berulangkali aku memintanya agar lebih keras lagi goyangannya sambil memaju mundurkan pantatku “Uufffgggggghhhhhhhh¦.

Enak Sin” erangnya. Dia mempercepat kocokan penisnya sambil menekan kuat kuat jarinya yg ada di pantatku. Tak lama lagi, dia mengejang, “Sin aku mo ngecret”, dan terasa semburan peju hangat di dalam nonokku. penisnya berkedut menyemburkan pejunya berkali2.

Sungguh nikmat permainan kedua ini, jauh lebih nikmat dari yang pertama. Setelah membersihkan badan, kami berdua terkapar karena nikmat dan lelah, tak lama kemudian kami terlelap.

Artikel Terkait:

bandar sakong   bandar kiu kiu