Cerita Sex Lelah Yang Nikmat

Diposting pada

Selamat datang di Cerita Sex Persembahan sukaporno. saat ini Team Cerita sex ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Sex Lelah Yang Nikmat. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Sex Lelah Yang Nikmat

bandar sakong   bandar kiu kiu

Cerita Sex Lelah Yang Nikmat

Di bawah ini adalah cerita asli dari kiriman pembaca dimana dia tidak mau di sebutkan nama aslinya dan tentunya di gunakan nama samara , cerita ini ber alur antara aku , dia dan kamu langsung saja ke ceritanya dan simak alur nya selamat menikmati.

Perkenalkan namaku sasa saat ini aku berusia 25 tahun jujur saja aku mempunyai tingkat sex yang tinggi dan kalau mempunyai pacar aku tak lama lama karena ujung ujungnya adalah di atas ranjang aku sering gunta ganti pacar untuk memenuhi hasrat sex ku, entah berapa banyak aku mempunyai pacar, kadang pula kalau gak ada batang lubang cewekpun aku sikat.

Aku mempunyai wajah yang cantik dan body sexsiku juga mendukung, mungkin kalau berpergian aku menggunakan pakaian yang seksi jadi dengan lempar senyum ke lawan jenis tentunya dia kepingin menikmati tubuhku banyak juga mereka yang melihat tubuhku di bagian dadaku yang montok dan kakiku yang tampak putih.

Aku juga nggak perlu capek cari partner cewek, karena aku mengenal betul siapa cewek-cewek yang bisa diajak main.

Aku bekerja sebagai asisten akuntan di sebuah Jasa Akuntan Publik yang cukup terkenal di kota Surabaya. Pekerjaan yang melelahkan dari jam 8 pagi sampai 8 malam itu terkadang memerlukan refresing juga. Bahkan hari ini aku lembur sampai jam setengah sebelas.
Makanya ketika Rika, teman kerjaku ngajakin dugem, aku langsung mengiyakan. Aku tahu Rika nggak mungkin hanya mengajak dugem aja. Karena aku tahu Rika itu penganut paham lesbisme.

Tapi tak apalah, aku juga ketagihan digerayangin jemari lentik cewek. Apalagi Rika sangat menggairahkan. toketnya montok sedikit tak serasi dengan tubuhnya yang agak kurus, tapi kencang banget. Sudah lama aku pengin meremas-remas toketnya bahkan mengulum puting toketnya itu.

Dengan naik mobilnya, kami segera meluncur ke sebuah diskotik yang tak terlalu besar tapi cukup ramai. Sesampainya di diskotik kami segera mencari meja kosong di sudut diskotik. Walaupun di pojok tapi cukup mudah memandang ke arah floor dance.

Lalu kami memesan minuman beralkohol ringan untuk menghangatkan badan. Ketika si pelayan beranjak pergi setelah mengantarkan pesanan kami, Rika mulai merapatkan tubuhnya kepadaku.

Aku pura-pura tak peduli sambil terus mengobrol dengannya. Tapi makin lama jemari Rika mulai berani meraba-raba pahaku yang masih terbalut span ketat. Rangsangan itu mengena padaku hingga aku balas dengan makin memperdekat jarak duduk kami.

Tapi belaian Rika makin panas menyusup ke balik rokku. Karena tak tahan dan malu jika harus dilihat orang, aku segera mengajak Rika melantai.

“Kita turun yuk?” kataku.

“Enak disini aja ah,” jawabnya menolak.

“Ayo dong Rika.”

Aku menarik tangannya untuk turun ke floor dance. Kami ngedance mengikuti hingar bingar musik diskotik. Dalam keremangan dan kilatan lampu, aku lihat keayuan wajah Rika yang nampak lugu. Melihatku tersenyum-senyum kearahnya, Rika meliuk-liukkan tubuhnya erotis.

Daya rangsang yang dinampakkannya dari gerakan tubuhnya dan senyuman nakalnya semakin membuatku mabuk. Sambil bergoyang aku peluk tubuhnya hingga kedua toket kami saling berbenturan.

Sesekali tanganku dengan nakal meremas bokongnya yang masih tertutup celana panjang. Tangannya mendekap erat tubuhku bagai tak ingin terlepas. Tanganku kian nakal mencoba berkelana dibalik kemejanya dan meremas kedua toketnya yang masih terbalut BH.

Ooohh.. begitu halusnya toket Rika, halus dan kenyal banget. Lalu tanganku bergerak melepas pengait BH nya sehingga dengan bebas tangan kananku dapat membelai dan meremas buah dadanya yang keras sementara tangan kiriku telah membekap kemaluannya yang masih terlindung celana panjangnya.

Sementara Rika memejamkan matanya meresapi setiap sentuhanku sambil terus bergoyang mengikuti musik yang menghentak-hentak. Tubuhnya bergerak merapat ke tubuhku.

“Kamu ganas juga, ya?” bisiknya.

“Tapi kamu suka kan?”

Rika merapatkan tubuhnya sambil menciumi belakang telinga kananku. Hembusan hangat nafas Rika membuat gairahku bagai dipacu. Jemariku segera mencari-cari puting susunya lalu memelintirnya sampai membuat Rika mengikik kegelian.

Satu jam kemudian Rika mengajakku pergi dari diskotik itu. Kami telah sama-sama sepakat akan meneruskan gairah kami hingga terpuaskan. Kami menuju ke sebuah hotel terdekat lalu segera menuju kamar yang telah kami pesan.

Setibanya di kamar Rika melucuti pakaiannya sambil menirukan gaya penari stripis. Secara halus, perlahan demi perlahan dilucutinya pakaiannya satu persatu dengan gerakan yang membuat air liurku hendak nenetes. Tinggal CD-nya saja yang masih melekat.

Dengan kedua toket yang menggantung indah Rika mendekatiku perlahan sambil mempermainkan CDnya yang sudah basah. Akupun ikut melucuti pakaianku dengan gerakan-gerakan yang juga aku buat seerotis mungkin.

Mata Rika berbinar-binar ketika BH-ku menghilang dari kedua toketku.

“Wowww.. besar dan kencang sekali.. buat aku ya..” kata Rika sambil membelai pinggiran buah dadaku, kemudian Rika mengulum putingnya yang sudah mengeras sejak tadi.

“Ooogghh.. sshh.. enak banget,” rintihku.

Diisapnya dalam-dalam putingku itu dengan keahliannya. Sambil mengisap jemarinya terus menari-nari di toket kiriku. Tanganku meremas-remas rambutnya yang mulai kucal sambil meremas-remas toket kirinya yang sempat aku gapai.

Lidah Rika yang sudah terlatih menyapu seluruh permukaan toketku dan melumat putingku secara bergantian. Desahan kami berpacu diantara nafas-nafas kami yang sudah tak teratur lagi. Kemudian Rika mencumbui perutku dan terus kebawah ke arah pusat kenikmatanku yang sebelumnya telah ditelanjanginya.

“Bukit venusmu indah banget sa..” pujinya membuatku tersanjung.

Otot-otot memekku terasa menegang ketika jari-jari Rika merenggangkan labia mayoraku. Lalu jari tengahnya mengorek-ngorek klitorisku dengan penuh perasaan.

“Aaahh.. sshh.. mmhh..” desahku untuk kesekian kalinya.

“Jilatin say.. aku paling suka..”

Rika menjilat klitorisku yang terasa tegang. Lalu menghisapnya kuat-kuat. Uaahh.. rasanya nikmat banget.. bahkan ketika lidahnya mulai turun menyusuri daerah sekitar lubang kawinku. Rasanya ingin mengeluarkan semua lava kenikmatanku yang menggedor-gedor ingin keluar.

Akhirnya Rika menjatuhkan diri ke tempat tidur dan menarik tanganku. Sementara buah dadanya kian kencang. Putingnya kian memerah. Nafasnya tersengal-sengal. Keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya.

Seperti keringatku. Juga nafasku. Aku lorot CD-nya yang sudah basah benar. Lalu aku menindihnya hingga tubuh dan toket kami saling berimpitan, bibirku dilumatnya dengan liar. Memek kami saling bergesekan hingga menimbulkan rasa panas di masing-masing memek kami. Suara srek.. srek.. akibat gesekan rumput memek kami menambah nikmat sensasi yang tercipta.

“Ooohh.. sa.. sudah lama banget aku naksir kamu.. aahhgghh..”

“Malam ini aku milikmu..”

Setelah sepuluh menit kami saling berpagutan lidahku bergerak menuruni leher jenjang Rika sampai bibirku hinggap di toketnya yang kencang dan ramun. Aku hisap puting susunya yang keras dan coklat. Akhirnya tercapai juga keinginanku untuk mengganyang pentilnya yang besar itu.

“sa.. terus aachh.. ehmm..” desahnya keenakan.

Kemudian aku semakin turun dan menghisap pusarnya, Rika tidak tahan diperlakukan demikian. Erangannya semakin panjang.

“Aaach.. geli aach.. sa.”

Aku terus menghisap-hisap pusarnya lalu aku turun dan saat sampai di Memeknya. Aku sibak rumput-rumput liar di bukit belahnya itu kemudian mulai menjilatinya dan sesekali menghisap klitorisnya yang menyembul sebesar kacang.

“Aaacchh.. sa terus achh.. enak..”

Rika semakin menggelinjang tangannya menarik-narik sprei kamar hotel itu dan beberapa saat kemudian dia menjerit kuat. Aaacchh..!! Dan dari memeknya menyembur lendir kenikmatan yang cukup banyak. Sruupp.. langsung aku hisap habis.

“Aaach sa.. acchh..” jeritnya untuk kesekian kalinya.

Setelah mengalami orgasme yang pertama itu, Rika tergeletak di atas ranjang. Aku segera meraih HPku di dalam tas. Lalu segera mengirim SMS buat Dava, temanku ngewe. Rika yang tahu kalau aku menghubungi seseorang berlagak cemburu. Dia segera duduk tepat di depanku.

“Sms siapa sih say?” tanya Rika cemberut.

“Ada deh..” jawabku sambil tersenyum padanya.

“Ah, nggak asyik. Katanya kamu malam ini milikku?” rajuk Rika yang kemudian mengutak-utik memekku.

Birahiku kembali bergelora. Aku biarkan saja Rika mempermainkan daerah tersensitifku itu dengan jari-jari lentiknya. Nafasku memburu ketika ujung jari telunjuk Rika masuk ke dalam lipatan memekku yang berair kemudian mengelus-elus lipatan dalamnya.

“Hoohh.. baby swety.. enak banget..” rintihku.

Toketku yang telah bengkak dijilatnya dengan lidahnya kemudian dilumatnya putingku yang sudah sangat keras itu. Sedangkan telunjuknya terus memilin-milin clitorisku.

“Aaaghh.. terus.. yeaahh.. jilatin say..”

Rika berganti menjilati memekku sedangkan tangannya beralih meremas-remas toketku yang sudah sangat bengkak dan berwarna merah oleh hisap-hisapannya. Rasanya kakiku tak kuat menyangga tubuhku yang terasa berat oleh birahi yang telah sampai di ubun-ubun. Maka aku menghempaskan tubuhku diatas kasur dan Rika meneruskan permainannya yang membawaku ke awang-awang.

Kini kami melakukan 69 style. Saling hisap, saling jilat dan terkadang aku menekan lubang kenikmatannya dengan jempolku. Lubang asyiknya yang merah merona aku tusuk dengan jari telunjukku berkali-kali, begitu pula yang dilakukannya terhadapku.

Berkali-kali klitorisku dihisap oleh Rika kuat-kuat. Berkali-kali Rika mengalami orgasme, tapi aku masih bisa bertahan. Hingga kemudian pintu kamar dibuka dari luar dan Dava muncul dari balik pintu.

“Hallo gadis-gadis! Sedang asyik nih?” sapanya.

“Dava, cepat sodokin aku dengan kontolmumu!” teriakku pada Dava.

Rika segera minggir ketika Dava melucuti seluruh pakaiannya. Sepintas kulihat roman muka Rika yang sedikit cemberut. Tapi aku nggak peduli yang penting Dava segera memuaskan birahiku dan membawaku ke pucuk-pucuk kenikmatan.

Dava tersenyum lebar memandangi bibir kemaluanku yang semakin basah. Aku enggak tahan lagi, segera aku arahkan kontolmu Dava yang sudah mengacung-acung keras itu ke lubang kemaluanku.

“Aaaggh!” pekikku saat Dava menekan kontolmunya agar masuk semua ke dalam lubang kemaluanku.
Blees!! Akhirnya seluruh batang kontolmu Dava mampu menjebol lubang kenikmatanku. Rasa perih bercampur nikmat jadi satu ketika Dava mulai mengocok liang kawinku keluar masuk.

“Aaawww.. enak banget memek kamu Sasa.. seret.. tapi siip..” bisik Dava menyanjungku.

Dava terus memompa memekku sampai kami tak sadar mengeluarkan desahan dan rintihan birahi yang membuat Rika terangsang banget. Rasa cemburunya hilang bahkan Rika mendekatiku lalu mengenyot toket kiriku, sedangkan Dava juga mengenyot toket kananku.

Segala kenikmatan syahwat aku rasakan dengan mata tertutup dan bibir yang menganga mendesah-desah. Hingga kemudian aku merasakan lava kenikmatanku yang menggedor-gedor.

“Aaahh aku mau keluar.. aahh.. sshh.. aahh..” pekikku.

Dava memompa kontolmunya semakin cepat hingga aku kesulitan untuk mengimbanginya. Sedangkan lidahnya maupun lidah Rika semakin liar menjelajahi toketku. Lalu.. aahh.. Lendir kenikmatanku menghangat basah dan licin menyembur hingga membecek di sekitar selakanganku. Dava terus memompa dengan liar hingga kemudian dia berteriak tertahan,

“Aaagghh!!” Croot..croot.. spermanya muncrat tertelan lubang kenikmatanku hingga menghangat di dalamnya.

“keluarin kontolmumu itu biar Rika ngerasain nikmatnya pejuhmu. Rika…. hisap memek aku say..” kataku kemudian.

Rika menjilat dan menghisap tandas semua cairan di memekku setelah Dava mencabut kontolmunya dari Memekku. Tapi tiba-tiba saja Rika terpekik keras,

“Aaacchh!!”

Ternyata Dava menusukkan kontolmu ke memek Rika yang cantik kalau menungging. Rika misuh-misuh tapi kemudian ikutan ngerasain nikmatnya sodokan Dava yang sudah sangat berpengalaman ngentotin cewek-cewek dari berbagai usia. Sambil mengocok maju mundur, Dava berpegangan sambil meremas-remas toket Rika yang sudah keras banget.

Aku sendiri menjilati memek dan klitoris Rika dan sekali-sekali menjilat buah pelir Dava hingga membuat mereka sampai di pucuk-pucuk asmara.

“Aduuh sayang.. terus.. ah.. enak say.., nikmat sekali.. rasanya ingin keluar say, aduuh.. nikmatnya, terus.. yang cepat.. say.. aduh aku nggak tahan ingin keluar..” Rika menceracau tak karuan beberapa saat kemudian tubuh Rika menegang dan sur.. suurr croot.. croot..

Kemudian kami bertiga terkulai lemas bersimbah keringat yang membanjir.

“Makasih ya say.. kalian berdua memang hebat,” gumamku penuh kepuasan.

“Aku juga. Aku kira paling enak itu jadi lesbian, ternyata aku butuh variasi juga,” sambung Rika.

Artikel Terkait:

bandar sakong   bandar kiu kiu