Cerita Sex Darah Perawan Novita

Diposting pada

Selamat datang di Cerita Sex. saat ini Team Cerita sex ingin membagikan Cerita Sex Darah Perawan Novita. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Sex Darah Perawan Novita

bandar sakong   bandar kiu kiu
bandar sakong terpercaya domino kiu kiu

Cerita Sex Darah Perawan Novita

“Yah, kita terlambat deh, Yu.” keluh Novita.
“Sudah lewat 5 menit nih”, anis langsung lunglai.

Kuliah pertama hari ini dosennya killer banget, namanya Pak Sundjoto. Ia benar-benar takut sama Pak Sundjoto. Namanya saja sudah Sundjoto, bagaimana senjatanya. Finally, mereka harus bolos kuliah. Itu lebih baik, daripada mereka harus dihukum menyalin tugas statistik tujuh kali.

“Ya udah deh, aku mandi dulu. Kau juga nov, nanti masuk angin” kata anis sambil segera masuk ke kamarnya dengan lemas.

Novita benar-benar merasa bersalah. Seharusnya ia tak terlalu lama memilih-milih bra tadi, tapi Novita memang paling senang pilih-pilih underwear. Bisa dikategorikan bahwa Novita seorang kolektor underwear. Akibatnya mereka harus mengejar waktu menembus hujan yang cukup deras, tapi nyatanya tetap harus terlambat.

Untuk menebus kesalahannya itu Novita memasakkan mie goreng untuk anis. anis gemar banget sama mie goreng, dan itu merupakan senjatanya untuk meminta maaf kepada anis. Novita tak peduli kedinginan. Tanpa harus mandi dulu, ia sudah menggorengkan mie untuk anis.

Lalu Novita segera membawa mie goreng “made in” dirinya ke kamar anis. anis kaget ketika Novita tiba-tiba masuk ke kamarnya begitu saja. Pasalnya anis belum selesai memakai bajunya. Ia masih bertelanjang dada. Untung bagian paling sensitifnya sudah ‘diamankan’ sebelum Novita masuk tadi. Novita juga tak kalah kagetnya. Ia sampai terbengong-bengong memandangi pemandangan indah yang terhampar di depan matanya. Kedua bukit kembar anis membusung di depannya. Sekal membulat sedikit berlebihan untuk tubuhnya yang agak kurus.

Kedua bola mata Novita yang bening nanar memandangi kedua daging kecil coklat kemerah-merahan yang bertengger di kedua ujung bukit kembar itu. Darah Novita bagai disiram air hujan, dingin menggigil. Ia terbayang beberapa adegan blue film yang pernah ditontonnya. Hujan semakin deras di luar. Petir mengelegar memekakkan telinga. Novita tersentak mendengarnya.

“Ah, maaf Yu. Aku tak sengaja. Ini mie goreng untukmu. Makanlah selagi hangat,” kata Novita sedikit gugup.

Diletakkannya sepiring mie goreng itu di meja rias. Novita segera berbalik hendak pergi tapi urung karena anis memanggilnya.

“nov, aku masuk angin. Kamu mau kerokin kan aku?” pinta anis.

Mulanya Novita ingin menolak. Dia takut birahinya muncul dan salah tempat karena anis dan Novita sejenis. Tapi melihat wajah memelas anis, perasaan bersalah Novita kembali muncul. Bagaimanapun juga Novita yang menyebabkan anis jadi masuk angin. Akhirnya Novitapun bersedia menuruti permintaan anis.

“Sebentar aku ambilkan balsemnya,” ujar Novita segera keluar kamar anis.

Tapi ternyata anis menyusul Novita. anis berfikir di kamar Novita juga tidak apa-apa, sama saja. Maka dengan hanya mengenakan CD-nya anis masuk ke kamar Novita. Tentu saja anis tidak perlu khawatir karena mereka hanya berdua di rumah itu saat ini.

“Disini saja, nov.” kata anis membuat Novita terkejut tak menyangka anis akan menyusul ke kamarnya.

anis menelungkupkan badannya diatas ranjang. Kemudian Novita duduk di tepi ranjang untuk mulai mengerokin kulit punggung anis. Tapi niat itu urung dengan tiba-tiba. Jemari Novita menyentuh kulit punggung anis sekilas. Kulit punggung anis halus sekali. Punggung anis yang agak kecoklat-coklatan nampak belang di bagian yang biasa tertutup tali bra. Tanpa sadar Novita menyentuhkan jari telunjuknya menyusuri bagian punggung anis yang belang itu.

Dari punggung atas teruuss menyamping. anis yang merasa kegelian membalikkan badan. Pada saat itulah tanpa sengaja jari telunjuk Novita menyentuh tetek kiri anis.

“Kenapa, nov?” tanya anis sedikit mengatupkan mata menahan rasa merinding di tubuhnya.
“Kulitmu halus sekali.”ujar Novita dengan nafas tersendat.

Mata Novita kembali tertuju pada bukit kembar yang terpampang di depannya.“Milikmu besar sekali.” lanjut Novita.

“Kamu sudah pernah ML (make love) ya?”
“Siapa bilang? Ini keturunan.”, jawab anis sambil sedikit mengangkat bukit kirinya ke atas, bagaikan menantang setiap tangan untuk memegangnya.

Birahi Novita yang mulai terbakar dan imbas dari kehujanan tadi membuat Novita menggigil. Kemudian dilepaskannya kaosnya yang sudah agak kering. Tersembulah dua bukit kembar Novita yang masih terbalut kain bra. Dua bukit yang sebenarnya agak kecil itu terlihat lebih besar dari ukuran sebenarnya karena menegang menahan birahi Novita yang mulai meluap. Entah mengapa anis menjadi senang ketika Novita melepas kaosnya.

“Milikmu juga besar nov.” kata anis.

Novita memandangi kedua bukit yang masih tertutup kain itu“Coba aku buka ya” pinta anis.

anis menempelkan tubuhnya ke tubuh Novita untuk membuka pengait bra di punggung Novita sehingga Novita mudah untuk melepaskannya. Mata anis berbinar-binar memandangi dua bukit kembar ukuran 32 milik Novita itu. Walau sedikit lebih kecil dari miliknya, tapi milik Novita itu nampak lebih ranum. Tentu saja itu karena birahi Novita yang mulai bergolak. Tiba-tiba Novita melepaskan klok yang dipakainya. Sesekali gerakannya tersendat. Kini mereka berdua sama. Hanya memakai CD tanpa penutup lain.

“Yuu.. aku rasanya mau..” suara Novita mendesah“Mau apa?” tanya anis dengan tatapan menggoda.“Aku tak bisa menahannya Yu..” suara Novita makin mendesah.

Tahulah kini anis apa yang diinginkan Novita. Ia segera menarik tuduh Novita merebah. Kemudian dirabanya dada Novita perlahan dan lembut. Diresapinya kehalusan kulit Novita senti demi senti. Disentil-sentilnya puting tetek Novita setiap kali jemari anis menyentuhnya. Dada anis bergemuruh, nafasnya naik turun. Sedang Novita tersengal-sengal menikmati setiap sentuhan anis.

“Yu.. ooh.. dinginn..”“nov.. kamu menggairahkan banget.. aku.. juga mau..” anis mulai gelap mata.

Kini ditindihnya tubuh Novita. Bibir anis menyentuh bibir Novita. Dilumatnya bibir bawah Novita dengan rakus, dihisap dan digigit-gigit kecil. Dipermainkannya lidah Novita dengan lidahnya hingga membuat Novita berkerjap-kerjap. Bukit kembar mereka saling menghimpit.

Keduanya nampak seperti kembar siam saja, saling menempel dan melumat. Novita menggesek-gesekkan kemaluannya pada kemaluan anis berirama. Sedangkan kedua tangannya telah meremas-remas kedua bokong anis yang semok dan sekal. Nafas keduanya semakin memburu menikmati apa yang belum pernah sekalipun mereka rasakan.

“Ahgh.. Yu.. enak.. teruus aahh” rintih Novita di sela-sela cumbuan anis.

Bibir anis turun menjilati leher Novita yang jenjang dan memberikan gigitan-gigitan kecil sehingga nampak noda merah di beberapa tempat di leher Novita. Gejolak birahi Novita yang telah bergolak bagai tak bisa dibendung menyambar-nyambar bagai kilat di sore itu. Dibalikkannya tubuh anis sekuat tenaga. Kini posisi mereka berbalik. Novita yang berbadan lebih besar menghimpit tubuh anis.

Tanpa banyak pikir diremasnya bukit kembar anis bergantian. Makin lama semakin keras. anis meringis menahan sakit. Lalu Novita memasukkan puting merah kecoklat-coklatan itu ke dalam mulutnya. Di dalam mulutnya Novita meniup dan menghisap daging kecil itu. Dijilatinya beberapa bagian yang bisa digapai oleh lidahnya. Kemudian digigit-gigitnya gemas daging yang sudah sangat keras itu.

“Achh..” teriak anis kesakitan.

anis membenamkan kepala Novita ke dadanya yang semakin dibusungkan. anis benar-benar melayang. Manakala jemari Novita mulai meraba-raba isi dibalik CD-nya. CD itu telah basah bermandikan lendir yang berasal dari lubang vagina anis. Novita meraba-rabanya. Tangannya kini telah menelusuri setiap lekuk bukit belah yang berumput basah itu. Disentilnya sesekali ketika cemarinya menyentuh daging kecil yang tersembul di antara belahannya.

“Ehh.. nikmat sekali nov.. teruss lakukan teruss.. ehh” anis mengerang kenikmatan.Novita tak banyak bicara.

Ia hanya mendengus-dengus memburu sambil terus mengulum puting susu anis. Ditekannya vagina anis dengan telapak tangannya. Tersembur cairan kental dari lubang vagina anis yang kini menempel di tangannya. Novita menghentikan kulumannya. Dilihatnya telapak tangannya yang basah oleh cairan dari lubang vagina anis itu. Dijilatnya cairan itu. Tak berasa.

“Kenapa berhenti, nov?” kata anis kesal.
“Ikuti petunjukku anis,” pinta Novita.Novita segera melepas CDnya.

Kini ia dalam keadaan telanjang bulat. Tak selembar kainpun membalut tubuhnya. Dilemparkannya CD yang telah basah itu entah kemana. Kemudian dilepasnya pula CD milik anis. anis membantu dengan meregangkan selangkangannya. Kini mereka telah sama-sama polos seperti bayi. Novita kini berganti posisi tidur. Tubuhnya masih tetap menindih tubuh anis. Tapi mukanya kini sudah berada di atas selakang anis. Dan wajah anispun sudah berada di bawah selakang Novita. Novita memulainya dengan menciumi vagina anis.

Kemudian lidahnya mulai bermain-main di rerumputan yang telah basah itu. anis bagai diperintah mengikuti semua yang dilakukan Novita. Disapunya semua bagian vagina Novita yang ditumbuhi bulu-bulu yang agak jarang. Dijilat-jilatnya klitoris Novita lalu dihisapnya agak kuat. Novita mendesis-desis kegelian. Lalu dilakukannya hal serupa pada vagina anis membuat anis bergelinjangan. Ditekan-tekannya kembali vagina anis dengan telapak tanggannya.

Suur.. cairan kental itu kembali keluar. Dijilatinya dinding vagina anis sehingga membuat anis semakin terlena. Tiba-tiba Novita melihat lubang berwarna coklat kemerah- merahan yang agak terkatup. Dijilat-jilatnya lubang itu, anis bergelinjangan. Novita terus menjilatinya sambil mengingat-ingat salah satu blue film yang pernah ditontonnya. Mungkin lubang inilah yang dimaksud. Lubang yang selalu disodok oleh penis kalau ingin mendapatkan kepuasan tertinggi. Mata Novita berbinar-binar.

Ia berguling ke samping, lalu membisikkan sesuatu ke telinga anis.

“Aku akan membawamu terbang, Yuu..” anis mengangguk pasrah.

Yang terpenting baginya adalah menikmati permainan Novita selanjutnya. Novita meraih sebatang wortel dari rak di bawah meja. Kemudian ditekuknya siku kaki anis dengan posisi agak mengangkang sehingga kepala Novita mudah mencumbu kembali bagian terpeka anis itu. Dengan perlahan ditusukkannya ujung wortel itu ke dalam lubang kemaluan anis. anis merintih-rintih kesakitan. Vaginanya terasa panas dan nyeri. Tapi Novita terus mendorongnya ke dalam.

“Aaahh..” anis menjerit badannya terduduk seketika.

Matanya liar memandangi benda apakah gerangan yang telah membuatnya merasa kesakitan. Darah segar menyembur, keperawanan anis telah amblas. Novita menarik keluar batang wortel itu, tapi belum sampai keluar sepenuhnya, sudah dimasukkan kembali. Mata Novita mengerjap-ngerjap. Sedang anis memandangi batang wortel yang keluar-masuk lubang keperawanannya dengan nafas menghentak-hentak. Ada rasa nikmat di antara rasa nyeri di lubang kewanitaannya.

Kemudian direbutnya batang wortel itu dari tangan Novita. Dimasukkannya ujung wortel itu lebih dalam dengan tangganya sediri. Matanya terpejam menikmati kenikmatan yang luar biasa. Novita yang merasa kelelahan tergeletak bersimbah keringat. Hatinya bergemuruh mengenang yang barusan terjadi. Ada apa dengannya? Apakah dia sudah menjadi seorang lesbi? Ah, tidak! Ia masih normal! Hati Novita berontak. Ia segera berlari keluar kamar sebelum anis kembali memburunya dengan batang wortel yang masih bersimbah darah keperawanan anis.

bandar sakong terpercaya domino kiu kiu

Source link

bandar sakong   bandar kiu kiu