Cerita Porno Nikmatnya Ngentot Budak Seks Montok

Posted on

Selamat datang di Cerita Porno Persembahan sukaporno. Saat ini Team Cerita Porno ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Porno Nikmatnya Ngentot Budak Seks Montok. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Porno Nikmatnya Ngentot Budak Seks Montok

Cerita Porno Nikmatnya Ngentot Budak Seks Montok

Hari sudah pagi Lita berlekas bangun dan membuka matanya eh ternyata waktu sudah menunjukan pukul 8:30 yg artinya dia sudah terlambat untuk berangkat ke sekolah, dgn langkah lambatnya menuju kekamar mandi untuk membasuh muka dan mandi biar hilang rasa ngantuknya karena semalan dia sibuk chatting nakal dgn orang yg baru dikenalnya.

Hari inilah Lita berjanjian dgn seorang cowok yg baru dikenalnya lewat chatting, mungkin itu juga jantung Lita berdetak kencang meskipun dalam keadaan enjoy berendam di kamar mandi mandi, nama cowok yg dikenalnya lewat chatting juga belum tau nama aslinya yg menarik dari nicknamenya adalah dahlan si penjahat kelamin yg mengaku namanya dgn Jhon.

“Ahhhhh… “ Lita mengelus-ngelus meqinya yg sambil membayangkan percakapannya kemaren semalaman. Dia sangat dominan, tegas tp adil, dan tahu apa yg diinginkannya dan membawanya, sama seperti bagaimana penguasa seharusnya.

Terasa meqinya berdenyut-denyut, yah meqi Lita memang berbeda dgn meqi kebanyakan gadis, dinding meqinya sangat tebal sehingga memungkinkan cengkraman yg erat bagi setiap k0ntol yg masuk ke dalamnya, namun belum seorangpun yg pernah memangsa meqi mulusnya.

Mungkin ini disebabkan karena Lita yg merupakan siswi tercerdas di sekolahnya. Sehingga selalu mendapatkan kelas unggulan dan akibatnya selama ia 3 kali pacaran semuanya cowok-cowok kutu buku, jangankan menyentuh meqinya, mencium bibirnya saja mantan pacarnya tdk berani.

Ia merasa bosan dgn kehidupannya sehari-hari yg mengharuskan bertindak bagaimana layaknya gadis golongan atas, terlebih kedua orang tuanya sibuk dgn bisnis mereka dan jarang ada di rumah. Seringkali Lita hanya melampiaskan nafsunya yg menggebu-gebu dgn bermasturbasi sambil menonton film bokep di kamarnya.

Ia merasa beruntung sekali berkenalan dgn Jhon, teman cybersex yg sangat agresif.

“Kringg…Kringg…Kringg….” (ringtone handpone Lita)

Lita segera tersadar dari lamunannya di kamar mandi setelah mendengar handponenya yg berdering tiba-tiba, namun ia tdk segera mengambil handponenya di kamar, karena ia masih mengeringkan tubuhnya terlebih dahulu lalu mengambil handuk. Sementara itu handponenya terus berdering. Akhirnya setelah membalut tubuhnya dgn handuk ia segera mengangkat handponenya.

“haloo,, pagi ini siapa ya ?”

Mendadak muka Lita berubah pucat rupanya yg menelpon adalah “Jhon si Penjahat Kelamin”. Ia membentak-bentak Lita karena keterlambatannya. Lita harus segera menemuinya di alamat XXX,jalan x kurang lebih 50 KM dari rumahnya sekarang.

Sebagai hukumannya Lita dilarang menggunakan CD dan BH saat pertemuannya nanti. Dag Dig Dug…Jantung Lita kemudian berdetak dgn kencang nafsunya segera menguasainya membayangkan apa yg akan terjadi padanya nanti.

“Baik Tuan Jhon, hamba segera menuju lokasi” jawabnya dgn sedikit gugup

Segera ia memacu mobilnya menuju alamat tersebut kurang lebih satu jam ia sampai ke lokasi tersebut. Ternyata alamat yg diberikan Jhon berada di pondok yg berlokasi di sebuah bukit dgn pemandangan sangat bagus namun berada di pinggiran hutan yg jauh dari pemukiman penduduk. Lita segera memarkir mobilnya kemudian menelpon Jhon.

“Tuan hamba Jhon sudah disini, tuan ada dimana”
“Masuk saja ke kamar nomor 2 di lantai atas tunggu saya disana, Pelacur !!”

“Lita sebenarnya tersinggung direndahkan seperti itu ia lalu terdiam sejenak ia mulai berpikir untuk mengurungkan niatnya bertemu, namun nafsunya yg sudah menggebu-gebu telah menguasainya benar-benar tdk sabar untuk bercinta oleh Jhon si Penjahat Kelamin.
“Kenapa diam, pelacur ayo masuk !!.

“Ya tuan.. saya Pelacur.. entot saya.. Hamili saya tuan” seolah ia tdk sadar berkata seperti itu Meqinya yg terus berdenyut membuat ia kehilangan kontrol atas tubuhnya mendapat perlakuan selayaknya pelacur, membuat meqinya tdk sabar untuk segera diperawani tuannya.

Sambil berjalan memasuki rumah Lita membayangkan adegan film film bondage kesukaannya.

Lita kemudian sampai ke depan kamar nomor 2 ia kemudian pelan-pelan membuka pintu dan masuk ke dalam. Namun tdk seorangpun ada di dalam kamar itu yg ada hanyalah ranjang empuk berukuran besar, meja rias cermin dan kerangkeng besar dalam kamar berukuran 4×4 m itu. Ia kemudian duduk di tepian ranjang. Kemudian handponenya berdering.

“Pelacur.. lucuti pakaianmu lalu buang jauh-jauh keluar jendela, kalau tdk aku cincang tubuhmu disini” sahut suara disana.

Lita yg ketakutan segera menanggalkan semua pakaiannya dan membuangnya lewat celah kecil di jeruji jendela sesuai dgn yg diperintahkan si penjahat kelamin. Ia benar benar seperti kerbau yg telah dicolok hidungnya.

Tubuhnya yg bugil dgn bulu yg lebat di meqinya benar-benar mengundang gairah setiap pria yg pasti bernafsu untuk ngentot dgnya. Lalu perlahan ia mendengar suara langkah kami berat yg menuju kamar tersebut.

Jantung Lita berdetak dgn kencang, meqinya semakin basah. Pintu kamarnya dibuka perlahan, Lita yg gugup dan mukanya merah membenamkan wajahnya ke bantal. Ia merasakan ada seseorang masuk ke kamar itu lalu mengunci kamar itu dan mendekat ke tubuhnya.

Lita belum berani untuk memalingkan tubuhnya dari bantal. Tiba-tiba ada tangan besar memegang bokongnya dan tanpa sungkan-sungkan langsung mencolok lubang anusnya dgn jari tengahnya . aaaahh.. Lita kesakitan tp meqinya yg berdenyut membuat ia membiarkan pelaku untuk melanjutkan mengobok anusnya.

“Oooohhh… Oooohhh…. Sakittt…..Tuan…!!” rintihnya

Lita kemudian memalingkan wajahnya untuk melihat seperti apa gerangan manusia yg akan menjadi pejantannya itu. Mendadak lemas tubuh Lita karena pejantan yg ia bayangkan yaitu lelaki tampan yg berotot tdk menjadi kenyataan.

Yg ada di hadapannya justru adalah pria bule sangat gemuk yg buruk rupa yg siap memperkosa dirinya. Kakinya lemas tdk bisa digerakkan ingin rasanya ia segera kabur dari tempat itu. Namun rasanya tdk mungkin sebuah jari tengah kini telah terlanjur menancap di lubang pantatnya.

“Oooohhhh.. oohhh… Sakitt lepaskan..” Lita meronta-ronta berusaha lepas, tdk terasa air matanya pun menetes.

Pria itu, Jhon, adalah seorang ekspatriat yg bekerja di sebuah perusahaan di Indonesia. Seorang pengidap kelainan seksual yg suka menerapkan sado masochist terhadap pasangan sex nya. Para wanita lokal yg pernah ia kencani banyak yg tdk tahan dgn siksaan-siksaannya ketika berhubungan sex.

Bosan dgn cewek-cewek yg biasa ia temui di kafe dan tempat dugem, ia mencari pasangan lain melalui fasilitas internet. Lita lah yg menjadi korbannya dan Jhon sendiri memang ingin mencicipi anak sekolah Indonesia.

Setiap kali chatting mereka tanpa ragu mengeluarkan kata-kata kasar jorok dan cabul, sisi liar dalam diri Lita membuatnya menikmati semua ini hingga akhirnya pertemuan pertama mereka ini.

Lita kini tdk ada pilihan lain lagi selain melayani bule gendut ini, pintu telah tertutup rapat, yg ada kini adalah ia mesti pasrah melayani tuannya di kamar yg sempit ini.

Jhon segera membenamkan wajah Lita di dadanya yg berbulu membuat gadis itu kehabisan nafas hingga ia meronta-ronta. Sungguh tubuh Lita yg mungil memang bukan tandingan badan besar si Jhon. Kemudian jari tengah Jhon dgn kasar menusuk meqi Lita lalu mengobok-oboknya.

“Rasakan ini pelacur, hahahahahahahahha!” tawanya penuh kemenangan
“Oooooohhhhhh… ampuuuunnn … mmmpphhhh,,, oohh…tuan tolong hentikan!” erang Lita mengiba

Badan gadis itu mengejang, meqinya terasa sakit, namun ia bergetar menerima kenikmatan yg luar biasa tdk bisa ia tahan. Tiba-tiba, ia melihat k0ntol besar si bule mulai menegang. Luar biasa besarnya benda itu, kira-kira 20 cm tdk seperti bayangannya karena k0ntol orang gemuk biasanya kecil.

Lita pun bergidik ngeri membayangkan sebentar lagi k0ntol itu yg akan mengairi rahimnya namun ada gejolak nafsu yg membuatnya ingin segera disetubuhi.

“Hei, nikmat ya pelacur. Mulai detik ini kamu adalah budak seks saya!” kata Jhon, “apapun yg saya perintahkan kamu harus ikuti. kamu tdk bisa keluar dari sini selamanya. Understand?!”
“Mengerti tuan… ooooohhh!” erang Lita lagi ketika jari tengah Jhon masuk semakin dalam hampir merobek selaput daranya.

“Mulai sekarang, Kamu cuma boleh minum air sperma saya dan air ludah saya. Karena kamu budak sex saya mengerti. Jadi minum sebanyak-banyaknya agar kamu tdk mati kehausan.. Mengeti Budak !!!”
“Ooooohhh….iya, mengerti Tuan.. saya budak tuan… siap jadi memuaskan tuan selamanya.. setubuhi saya tuan!”

Jhon mendorong tubuh Lita hingga ia terbanting di kasur yg sangat empuk. Segera tubuh besar Jhon menindih tubuh munggil Lita. Badan Lita terasa remuk semuanya, beruntung ia tidur di atas kasur yg sangat empuk jika tdk mungkin ia sudah pingsan kehabisan nafas.

K0ntol besar Jhon masuk perlahan di meqi Lita. Gadis itu pun berkelojotan, badannya kembali menegang menahan rasa nyeri meqinya diterjang k0ntol gemuk itu.

“Aaahh…pelan-pelan tuan…sakiitttt!!”

Dgn kasar Jhon menekan-nekan k0ntolnya ke meqi mungil di hadapannya namun ia kesulitan memasukannya. Bule gendut itu pun semakin buas, baru kali ini ia dapat menikmati tubuh perawan secantik Lita. Seperti binatang lapar, Jhon kembali menghujamkan k0ntolnya sekuat tenaga.

“Aahhhhhhhh..sakitt tuaann!!” jerit Lita

K0ntol besar itu berhasil masuk merobek selaput perawannya. Jhon menikmati jepitan dinding kemaluan gadis itu beserta selaput keperawanannya dan ia terus bertahan di situ tanpa melakukan satu gerakan apapun terlebih dahulu.

Ia masih belum rela melepaskan kenikmatannya yg tak terlukiskan oleh kata-kata tatkala dinding keperawanan gadis korbannya itu sangat memberi kelembutan serta kehangatan yg tiada terkira untuknya.

Sebab ia tahu apabila begitu batang k0ntol yg telah terbenam seluruhnya kini ke dalam dasar kemaluan dara itu ia tarik ataupun dicabut, maka kesuciannya akan terenggut sudah. Rasanya tak ada satu kenikmatan apapun di belahan bumi ini yg mampu menandingi merenggut keperawanan seorang gadis muda.

Ia juga ingin memberi kesempatan kepada gadis perawan yg dinodainya itu agar menyesuaikan diri terlebih dahulu dgn ukuran k0ntolnya yg begitu besar.

Bibir kemaluan Lita nampak ikut melesak masuk ke dalam pula tatkala dipaksa harus menelan batang k0ntol lelaki itu yg kini sudah menancap pada meqinya disela-sela kedua belah pahanya yg terbuka.

Kenikmatan demi kenikmatan yg dirasakan oleh Jhon ternyata sangat bertolak belakang sekali dgn apa yg dirasakan gadis muda itu kini. Ia yg baru kali ini disetubuhi oleh seorang laki-laki begitu merasakan kesakitan yg amat tak terperikan.

Erangannya seolah mengiringi kemenangan bule bejat itu yg berhasil menaklukkannya dan membuat gadis itu dgn terpaksa merelakan keperawanannya tanpa ampun di bawah dekapan laki-laki brengsek yg menjadikannya budak sex.

Sementara rambut hitam panjang sebahu Lita terlecut-lecut mengikuti arah kepalanya yg terus terbanting-banting di atas kasur. Tak terasa air mata membasahi kedua pipinya karena menahan rasa sakit perih pada meqinya.

Jhon mendekap tubuh telanjang dari Lita yg kini berada di bawahnya dan dada bidang perkasa nan sarat dgn bulu-bule lebatnya itu menekan kedua belah payudara korbannya. Wajah lelaki itu menelusuri leher jenjang kanan yg begitu halusnya dari si gadis sehingga membuat kepala Lita tak lagi dapat bergerak kesana kemari.

Dilumat leher jenjang sang gadis itu dgn buasnya dari pangkal telinga sampai pundak kanannya, melumuri area itu dgn air liur kemenangannya. Puting susu sebelah kiri gadis itu yg semakin mekar ranum memerah dipilin-pilin tangan kanannya yg kasar, dgn buas diremas-remasnya bongkahan daging susu yg masih mencuat indah keatas dan sama sekali belum kelihatan turun sama sekali serta masih berbentuk bulat kenyal dan memadat indah mempesona nan menghiasi bagian dadanya yg jatuh dalam dekapan si bule brengsek itu.

CD yg tersumpal di belahan mulut mungilnya ditarik lepas dan langsung tergantikan oleh ciuman buas penuh birahi yg luar biasa buas dari sang penjahat kelamin kepada korbannya sebelum gadis itu sempat mengeluarkan erangan dan rintihannya kembali.

Kedua bibir dari insan berlainan jenis ini bertemu seketika dalam peraduan adegan indah persetubuhan nan terlarang itu. Lidah laki-laki itu telah memasukki rongga mulut mungil sang dara yg terpejam erat dan menari-nari di dalamnya berusaha mengait-ngait lidah wanita yg masih belia tersebut nan telah dicicipi kehangatan dan kelembutannya saat tadi mengulum batang k0ntolnya.

Terus didera bertubi-tubi ciuman si bule brengsek, kini Lita hanya bisa pasrah merelakan lidahnya yg telah dikaitkan oleh tarian lidah laki-laki tersebut yg elastis, kadang bisa dibuat tegang kaku saat waktu lalu digunakan menyodok-nyodok celah lubang anusnya, kadang pula lemas seperti tali yg meliuk-liuk maupun mengait lidah mungilnya kini.

Setelah dirasanya telah puas mencicipi keperawanan sang dara, kini k0ntol yg cukup lama terbenam di dasar meqi gadis itu kini ditariknya perlahan dan kelamin mereka yg tadinya melekat erat seakan telah menjadi satu itu mulai terpisah.

“Psshh…! sleph!”, suara yg ditimbulkan dari pelepasan batang k0ntol yg tertancap pada kemaluan sang perawan itu begitu sangat khas sekali di telinga dan proses terenggutnya kesucian gadis itu dimulai.

Kini seiring dgn pergerakan k0ntol Jhon yg telah keluar sepertiga dari ukuran batangnya dari dalam belahan intim kemaluan gadis itu yg merekah membuat bibir-bibir meqi korbannya menjadi ikut tertarik sampai monyong ke depan.

Bersamaan itu pula dari sela-sela lubang meqinya dimana kulit-kulit k0ntol bajingan itu bersarang didalamnya, kini tampak berkilat-kilat basah oleh lendir meqinya yg melumasi jajaran tonggak daging pelirnya mulai menetes darah segar kesuciannya yg pada akhirnya berhasil direnggut paksa jua dari tubuhnya.

“Mmmmpphhhhh! Uughhgh! Uggghhff!!”, itulah suara erangan dan rintihan Lita yg terdengar saat keperawannya telah terenggut seutuhnya oleh si bule brengsek ini, sementara sela-sela meqinya yg telah diluluh lantakkan itu masih berdesis-desis tatkala melepaskan batang k0ntol lelaki tersebut dari meqinya diiringi senyum kemenangan Jhon.

Betapa Lita merasa dirinya benar-benar rendah karena telah jatuh dalam pelukan pria asing yg sama sekali tak dikenal apalagi dicintainya, namun tubuhnya telah dinodai olehnya dan semua yg ada di ketelanjangannya berbaur sudah.

Tak ubahnya tubuh gadis itu adalah tubuh lelaki itu, demikian pula sebaliknya, tubuh lelaki itu adalah merupakan bagian dari tubuhnya kini. Namun parahnya ia malah menikmati semua ini, tubuhnya tdk bisa berbohong, rangsangan-rangsangan itu telah membuatnya menggeliat-geliat nikmat.

Lita bahkan berkhayal andaikata saja tiada norma-norma atau apapun yg mengaturnya bagaimana harusnya pria dan wanita, maka ia akan meminta jatah birahi padanya setiap malam, dan aku akan melakukan apapun untuk meraih kepuasan.

Ia akan rela pria gemuk ini mengenjot terus tubuh telanjang mudanya yg aduhai begitu sempurna keindahannya sampai sang pagi datang menjelang.Mulut lelaki itu kini melahap belahan payudara kanannya dan menelan puting susunya sekaligus, lalu disedot-sedot dgn buas penuh dgn nafsu hewaniah.

Tubuh telanjang Lita sampai menggeliat-liat dibuatnya seiring dgn dimulainya hentakkan pinggul lelaki itu di antara kedua kaki indah itu. Ikatan tambang yg mengikat erat kedua kakinya ini kini dilepaskan oleh Jhon karena ia telah yakin bahwa kini korbannya telah takluk pada kejantanannya.

Derai-derai air mata di pipi mulusnya itu telah dibersihkan pula oleh telapak tangannya yg besar. Sepasang betisnya yg masih mulus terbentang kencang itu kini dikepitnya di antara kedua ketiak dari lengan perkasanya kiri dan kanan. Kaki-kaki indah yg terjepit ketiak itu tampak bergerak-gerak seiring hujaman lelaki bajingan itu pada lubang meqinya dan tubuhnya yg sudah bermandikan oleh peluh persebadanannya itu terhempas-hempas dibuatnya.

“Oh seperti inikah yg dinamakan kenikmatan diperkosa? Tak mau tp mau juga akhirnya?” tanya Lita dalam hati.

Dgn posisi setengah jongkok Jhon terus menggenjot tubuh Lita yg masih begitu kencang dan padat di usia mudanya. Kedua tungkai paha gadis itu kini ditekan oleh kedua tangannya sehingga kangkangannya semakin jelas dan lebar dgn kedua tumit kaki indahnya bertumpu pada kedua belah pundak lebar si bule bejat tersebut.

Wajah cantiknya yg tergerai rambut hitam panjangnya semakin menengadah ke langit-langit. Kedua kakinya semakin tertarik ke atas bertopang pada pundak kiri dan kanan sang lelaki jahanam yg telah leluasa menikmati kehangatan tubuh mudanya itu.

Jhon terus menahan k0ntolku di dalam meqi Lita, menikmati sensasinya, menikmati setiap erangan dari mulut gadis itu. Ia lalu mulai bergerak lagi, memperkosa dia pelan-pelan, lalu brutal dan menyakitkan, merasakan kenikmatan yg makin memuncak,

Merasakan orgasmeku yg kian dekat, pria itu tahu sebentar lagi akan keluar, maka ia pun mengeluarkan semua spermanya di dalam meqi Lita. Mulut Jhon makin keras menyedot leher jenjang Lita dan mulai mengigitnya.

Jhon pun akan meledak sebentar lagi, ia mendengus bagaikan banteng, otot pahanya menegang ketika k0ntolnya berdenyut-denyut tak terkendali di dalam meqi gadis itu, menyemburkan sperma demi sperma ke rahimnya yg baru saja ia perawani, kenikmatan yg amat sangat seakan-akan menyakitkan tubuh Lita, membuat nafasnya tersengal-sengal.

Lita sangat sadar bahwa ia sudah mengalami orgasme dan Jhon merasa sangat nikmat karena dgn begitu dia tahu bahwa ia sudah menaklukan gadis itu dan telah menyetubuhi dan meyemburkan spermanya ke dalam tubuhnya.

Tubuh gendut Jhon terbaring selama beberapa saat, lemas karena kenikmatan yg bertubi-tubi. Jhon lalu mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Lita, k0ntolnya masih keras dan tegang waktu ditarik dari meqi Lita.

Ia berdiri dan memperhatikan Lita, tubuh seksi yg baru saja ia nikmati, dipandanginya kaki Lita yg ramping, yg sekarang tertekuk tak berdaya, pinggulnya yg bulat, perutnya yg rata, buah dadanya yg masih bergerak naik turun, pada wajahnya yg imut yg semakin cantik dgn rasa sakit dan air mata.

“Hehehee…you enjoyed it ha?” tanyanya sambil tersenyum mengejek.

Lita mengangguk lemah ke arah Jhon yg tersenyum dan mengangkat tubuhnya dgn tangannya. Lita sempoyongan dipegangi oleh Jhon di lengannya. Ia menyeretnya ke meja di sudut ruangan.

Lita pasrah ketika pria itu membungkukan tubuhnya ke meja, hingga sekarang mulai pinggang hingga kepala ia terbaring menelungkup di atas meja, semetara kakinya masih di lantai.

“Wait a moment, pelacur hehehe!” katanya sambil mengambil pita perekat dari laci meja itu dan mengikat kedua pergelangan tangan Lita jadi satu.

Setelah selesai ditariknya tangan gadis itu hingga tergantung di sisi lain meja, sekarang kepala Lita tergantung di pinggir meja, buah dadanya menjadi bantalan bagi tubuhnya di meja, menempel pada meja kayu jati itu.

“Nice ass…pantatnya yg nikmat!”, kata Jhon sambil pantat Lita.

Lita memang punya bentuk pantat yg sempurna, apalagi kalau dibandingkan dgn tubuhnya yg ramping, bentuknya sempurna, penuh, lembut, halus dan tanpa noda.

Jhon meraba, meremas dan menarik pantat Lita, membuat Lita melonjak di meja. K0ntol Jhon telah mengeras lagi dan ia siap memasukkan benda itu ke tubuh Lita. Ia jambak rambut panjang Lita sehingga gadis itu merintih, tangan pria itu yg satunya mendorong masuk k0ntolnya ke meqi Lita.

Gadis itu merasakan sakit yg luar biasa waktu k0ntol si bule bejat itu masuk ke tubuhnya, walaupun meqinya telah basah dgn sperma dan darah perawannya. Wajah Lita mengerenyit dan gemetar, erangan keluar dari mulutnya pada saat bersamaan.

Jhon juga mengerang, setelah itu terdengar suara daging bergesekan dgn daging. Ia mulai memperkosa Lita dgn brutal dari belakang, seperti seekor anjing, sementara tangannya terus menarik rambut panjang gadis itu.

Rasa sakit dan sengsara terlukis bergantian di wajah Lita, matanya terbelalak karena sakit dan shock, mata yg bulat hitam dan berkilat karena air mata, bibirnya membentuk huruf ‘O’ sambil menjerit kesakitan.

Jhon memang sudah tdk menjambak rambutnya, sebagai gantinya ikat pinggangnya ia ayunkan ke punggung atau pantat gadis itu. Jhon mendengus dan mendengus lagi, dia baru saja ejakulasi di meqi Lita, dan Lita juga menyadarinya, dan ia lalu memejamkan matanya yg berlelehan air mata dan kembali menangis tersedu-sedu, dan setiap pecutan Jhon mengayun, tangis kesakitan kembali terdengar dari mulut gadis itu.

“Ini benar-benar mengasyikan…great!!”, kata Jhon sambil masih melihat ke pantat Lita.

Jhon menarik Lita dgn menjambak rambutnya, membuat kepala gadis itu terangkat dan kemudian dadanya, membuat dada yg tadi tertindih menyembul tegak lagi.

“Aaauuw…sakittt!!” jeritnya

Dgn kasar pria itu mendorong tubuhnya ke lantai. Rambut Lita menutupi wajahnya sementara tangannya yg masih terikat menumpu tubuhnya yg terbaring miring, dan kakinya yg indah menekuk di lutut.

Jhon berjalan memutar dan mendorong kursi besar dari kulit dari balik meja itu ke depan Lita. Kemudian ia duduk di kursi itu, merosot sedikit, dan memegang k0ntolnya hingga mengacung ke atas.

“Coba kamu ke sini Lita”, katanya, mata pria itu sangat penuh birahi, “dan kulum ini kontol!”

Lita pun termanggu, antara menurut dan menolak. Ia terisak sekali dan kemudian mulai bergerak, merangkak dgn lututnya, menuju ke arah bule bejat itu, rambutnya yg panjang menempel di wajah, buah dada dan punggungnya.

Ketika ia sampai di dekat Jhon dan ia meraih k0ntolnya di pangkalnya dgn tangannya yg terikat, setelah itu membuka bibirnya lalu mendorong mulutnya ke k0ntol itu. Dalam posisi berlutut, kepalanya mengangguk-angguk ketika ia mengoral Jhon, pipinya kembung kempes menghisap dan mengulum k0ntol itu, sebagian rambut jatuh di wajahnya.

“You don’t know how to suck cock ha?”, kata Jhon, sambil memandang gadis itu, tangannya meremas rambut Lita, ia merasa kurang puas dgn teknik oral Lita yg masih amatir.

“Saya akan ajar you cara muasin saya hehehehe…” Lita merintih mendengar perkataan pria itu karena jambakannya makin keras, matanya mengikuti pandangan Jhon yg sedang melihat ke ikat pinggang yg tergeletak di lantai.

Pria itu mengambil ikat pinggang tersebut, melihat tubuh Lita gemetar lagi seakan tahu apa yg akan terjadi sebentar lagi, kepalanya bergerak makin cepat di k0ntol Jhon, hampir putus asa, ia tdk ingin dipecuti lagi.

Tangan Jhon mengayunkan ikat pinggang ke punggung dan pantatnya, ctar….ctar…. tubuh Lita pun melonjak kesakitan sementara lolongan kesakitan terdengar dari tenggorokannya, diredam oleh k0ntol pria itu yg masih ada di mulut Lita.

Bekas memar kemerahan pun menodai kulitnya yg putih mulus. Ketika menjerit kedua kalinya, dan yg ketiga ketika ikat pinggang itu mendarat ke pahanya, kepala Lita terlonjak sedikit ketika pria itu menekan kepalanya turun ke pangkal k0ntolynya.

Jeritan Lita berubah menjadi batuk dan suara tersedak, k0ntol itu rupanya masuk hingga tenggorokannya. Benjolan kepala k0ntol Jhon di tenggorokan Lita terlihat, mata gadis itu membeliak-beliak, tubuhnya meronta-ronta karena rasa sakit, panik dan kekurangan udara, tangannya menggapai-gapai, terlalu takut untuk mendorong tubuh Jhon yg dgn tangannya menahan kepalanya agar tetap di pangkal k0ntolnya.

Jhon mengayunkan ikat pinggangnya lagi, membuat suara jeritan terdengar lagi ketika ujung ikat pinggang itu menghajar punggungnya yg mulus. Jhon menyeringai menikmati korbannya menderita di bawah siksaannya.

Jhon memang masochist tulen yg menyukai permainan kasar dalam seks. Dgn kedua tangan di sisi kepala Lita, ia remasi rambut gadis itu dan menggerakkan kepalanya di k0ntolnya, menghunjamkan wajahnya ke selangkangannya ketika ia memasukkan seluruh k0ntolnya hingga ke tenggorokan si gadis.

Tubuh gadis itu pun gemetar, mengejang dan berkeringat, pantat dan paha Lita sudah bilur-bilur kebiruan karena terus dipukuli. Jhon terus menghunjamkan wajah Lita ke pangkal k0ntolnya dan sekarang menahannya di situ

“Aaagghhhhh…fucking cummm…eat this bitch!!” erang Jhon yg ternyata sedang ber-ejakulasi di tenggorokan Lita, ia menggeram ketika ia terus menahan kepala Lita.

Jhon memberi jeda waktu pada Lita untuk batuk-batuk dan mengambil nafas setelah memuntahkan lahar putihnya di mulut gadis itu.

“Kamu suka itu kan?” ejek bule bejat itu.

Lita tdk menjawab, nafasnya naik turun tak teratur. Siksaan tadi benar-benar membuatnya menderita, namun entah mengapa dalam hati kecilnya ia diam-diam menikmatinya juga.

Sex Bondage, Jenuh terus dipandang tinggi di sekolah sebagai siswi berprestasi dan di rumah sebagai gadis baik, ia menikmati sensasi baru direndahkan sebagai budak seks.

“Sekarang kamu naik ke k0ntol saya pelacur!!” Jhon menarik tubuh lemas Lita kembali ke ranjang lalu ia menjatuhkan diri telentang dan gadis itu di atasnya.

Tanpa disuruh lagi Lita meraih k0ntol pria itu dan mengarahkannya ke meqinya.

“Mmmmppphhhhh…!!” desahnya ketika k0ntol itu melesak masuk ke liang senggamanya.

Jhon memulai dgn menyentakkan pinggul ke atas sehingga k0ntolnya menancap dalam ke meqi gadis itu. Tak lama Lita pun mulai memacu tubuhnya naik turun di tubuh berlemak pria itu. Jhon mendekap punggungnya dan mendekatkan payudara gadis itu ke mulutnya sehingga ia dapat melumat bongkahan gunung kembar itu.

Dalam posisi yg sebegitu rupa ini membuat bongkahan dari pantat gadis yg berkulit putih mulus licin itu semakin mencuat keatas mempertontonkan lonjakan-lonjakan kejantanan Jhon yg masih terlihat seret keluar masuk pada meqinya.

Kedua biji pelir lelaki itu yg menabrak-nabrak jalan masuk lobang anusnya semakin nyata mengiringi lelehan lendir kewanitaannya yg telah bercampur aduk dgn darah keperawanannya nan terus menggenangi mulut meqinya dan dijadikan bulan-bulanan oleh bule brengsek itu.

Lita terus mengerang menahan nikmat… tubuhnya bergetar akhirnya nafsunya selama sekian lama dapat ia tumpahkan. Jhon meremas dan mengenyoti payudara itu dgn kasar membuat gadis itu meringis kesakitan, namun kenikmatan di meqinya membuat ia bergetar membusungkan dadanya ke atas seolah pasrah untuk diremas dan diremukkan tuannya.

Jhon kemudian menggeser tubuh gendutnya hingga duduk bersandar pada kepala ranjang lalu mengangkat kedua lengan Lita ke atas lalu mencengkramnya membuat ketiak gadis itu terpampang dgn indahnya dgn bulu-bulu halus yg menggairahkan. Mulut Jhon terbuka lebar… siap melubat bibir lembut Lita.

“Aagghhhhhhh… “ Lita semula pasrah untuk menyerahkan bibirnya untuk di lumat, namun begitu Jhon membuka bibirnya, tercium bau nafas yg menyengat seperti bau telur busuk.

Litapun menggelengkan kepalanya berusaha menghindar dari lumatan bibir tebal Jhon. Cuma itu yg bisa ia terus lakukan karena tangannya telah dikunci dgn rapat oleh tangan Jhon. Jhon menjadi kesetanan mengamuk, dgn menghujamkan k0ntolnya dalam dalam meqi Lita.

“Ooohh… Ooohh,… noo!!” Litapun mengerang membuka mulut hingga ia akhirnya menyambut bibir tebal Jhon seperti beruang yg memakan mangsanya, lidah merekapun berpangutan

Lita sudah tdk peduli lagi dgn bau telor busuk yg membuat nya ingin muntah, yg ia inginkan sekarang adalah menyerahkan bibirnya kepada tuannya. Tubuhnya mengejang untuk kesekian kalinya. Ia orgasme berkali-kali membuatnya semakin bernafsu, semakin haus untuk disetubuhi.

Namun Jhon belum menunjukkan tanda-tanda ingin menyudahi permainannya . Ia terus menggenjot tubuh mungil Lita yg telah banjir keringat. Baru sepuluh menit kemudian, tiba-tiba Jhon berhenti menggenjot membuat Lita jadi seperti cacing kepanasan.

“Ooogghhhh tuan… terus entot saya ..tuan saya mohon… fuck me please!“ Lita memohon sambil menggoyangkan pinggulnya.
“Eh Pelacur… kalau you mau difuck.. buka mulut you..”

Lita segera membuka mulutnya lebar-lebar,

“Telan ludah saya sebanyak-banyaknya, mengerti?!”

Jhon kemudian mengeluarkan ludahnya dari tenggorokannya yg berwarna kuning kehijau-hijauan di mulut Lita. Lita menelannya namun baunya yg busuk membuatnya ingin muntah, tp tusukan di meqinya membuat ia kembali membuka mulutnya..

“Gimana pelacur, love it?” tanya Jhon sambil memilin kasar puting kiri Lita
“So much Tuan..ahhhhhhhh…” Lita begitu gembira karena meqinya kembali digenjot dgn kasar hingga ke rahimnya.
“Mau lagi pelacur.. ??”
“Saya minta lagi tuan ludahnya.. oohhh.. ohh…” erang Lita yg meqinya makin berkedut nikmat karena digenjot habis-habisan.

Dadanya yg dibusungkan ke atas diremas dgn sekuat tenaga lagi.

“Kalau mau minta.. ya harus mohon!! Beg it bitch!!”
“Mohon tuan ludahi bibir saya lagi”
“Enak saja bitch, maunya gratisan.. hahahahahaha….”

Lita seperti terhipnotis menangis sambil memohon

“mohon… Tuan.. Ludahi saya lagi.. saya haus… saya mohon huuhu.. saya rela melakukan apa saja.. tp saya mohon ludahi bibir saya lagi tuan…”

Jhon menjadi sedikit iba, kemudian akhirnya meludahi mulut Lita berkali-kali dgn ludah yg kekuning-kuningan. Lita segera menelannya, meqinya kembali berkedut kedut dgn dasyat.

“Ahhhh tuaaann…..” Lita membusungkan dadanya ke atas membuat Jhon menjadi sangat bernafsu.

Bule brengsek itu seperti kesetanan, ia menyentakkan k0ntolnya ke atas hingga membentur dinding rahim Lita dan mengoyangkan pinggulnya dgn dahsyat. Litapun kesetanan memeluk tubuh berlemak Jhon dgn erat seolah tak ingin berhenti disetubuhi.”

“Tuan.. Hamili saya tuan.. Oooooohhhh,…. Keluarkan sperma di dalam saya mohon” erangnya tanpa malu-malu
Jhon menggigit leher Lita sambil meremas kedua belah payudaranya sekuat tenaga sehingga membuat tubuh gadis itu menggelinjang.

Gelombang orgasme yg dahsyat membuat tubuh gadis itu terbanting-banting, Lita segera menjilati ketiak tuannya yg berbulu lebat. K0ntol Jhon semakin keras dan

“aaahhhh…ahhh…yesss….cumm again bitch!”

Keduanya mengejang seperti kesetrum. Jhon menusuk sekuat tenaga menuju rahim Lita yg paling dalam.

Crreeettt…Creeeetttt… Creettt…Creettt..Creeeet.. menyemburlah lahar panas Jhon..

Membanjiri tubuh mungil Lita. Diiringi dgn Tubuh Lita yg bergetar mengeluarkan cairan klimaksnya

Keduanya akhirnya lemas dan berpelukan erat, mulut mereka berciuman dgn ganasnya selama 5 menit. Kemudian…

“Hahahaha…you memang naughty bitch…a virgin bitch, i’m fucking love it!” sahut Jhon melihat meqi Lita yg mengeluarkan banyak darah bercampur sperma yg banyak sekali.

Jhon tdk memberikan Lita yg kepayahan istirahat.

“Pelacur ayo sekarang bersihkan k0ntol saya!”perintahnya
“Baik tuan..” Lita pun segera menjilati k0ntol tuannya seperti mengemut es krim.

Leleran sperma yg bercampur cairan kewanitaannya itu ia jilati sambil menahan jijik. Setelah bersih, Jhon memasukkan Lita kedalam kerangkeng berukuran kubus 1×1 M lalu menggemboknya.

“Tunggu disini pelacur , mulai sekarang kamu cuman anjing betina haus sex. Saya akan beli makan dulu buat kita dan panggil teman-teman saya. Sebentar lagi teman-teman saya dari club bondage akan datang layani dgn baik. It will be more crazy…huahahahaha” tawanya seperti peran-peran antagonis di fillm

“iya tuan… saya akan tunggu” jawab Lita pasrah, tdk terasa air mata menetes dari pipinya, baru pernah ia direndahkan sedemikian rupa seumur hidupnya, tp mengapa justru ia malah ingin meneruskan kegilaan ini?
“Anjing itu tdk bisa berbicara..Anjing goblok!” sambil menepuk keras pantat Lita hingga merah
“Guk..Gukk…Guukkkk “ gonggong Lita menirukan suara anjing sambil menggangguk lemah pasrah air matanya kembali menetes
“Hahahahaha… bagus.. kamu mesti banyak belajar” tawa Jhon sambil keluar kamar dan mengunci pintunya.

Tak begitu lama terdengar suara mobil meninggalkan pondok itu meninggalkan Lita yg cuman bisa meringkuk menahan rasa sakit sekujur tubuhnya yg terasa remuk seperti terlindas buldoser. Kini ia hanya anjing yg akan menuruti apapun perintah tuannya. Ini baru awal, ia belum bisa membayangkan apa yg akan terjadi selanjutnya.

Google Trends: