Cerita Porno Kemaluan Driverku

Diposting pada

Selamat datang di Cerita Porno Persembahan sukaporno. Saat ini Team Cerita Porno ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Porno Kemaluan Driverku. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Porno Kemaluan Driverku

bandar sakong   bandar kiu kiu

Cerita Porno Kemaluan Driverku

Driverku bernama Dika dia usianya 35 tahun dan sudah menikah namun istrinya tinggal di kota lain. Aqu merasakan kecapekan setelah seharian aqu jalan-jalan dan aqu ingin sekali tidur namun entah mengapa aqu tidak bisa memejamkan mataqu ini lalu aqu mempunyai ide untuk menelepon temanku Meira untuk aqu ajak ngobrol melalui telepon.

Telepon Meira angkat awalnya kami ngobrol biasa saja namun tidak tahu kenapa tiba-tiba Meira nafasnya memburu dan terdengar teriakan-teriakan juga suara seorang lelaki yg seperti suara pacar Meira. Aqu hanya memdengar suara-suara teriakan kesakitan namun juga seperti merasaka n sesuatu kenikmatan dan teleponpun terputus dengan sendirinya.

Pikiranku melayg kemana-mana dan aqu mulai memikirkan tentang seseorang yg sedang berhubungan badan. Aqu semakin terangasang setelah mendengar suara Meira juga khayalanku sendiri dan aqupun membuka kaos ketatku, bra, serta celana dalam aqu meremas buah dadaqu dan memasukkan jariku ke kemaluanqu.

Aqu kocok kemaluanqu hingga aqu pun menyapai klimaks ditempat tidur, aqu merasa puas dan aqupun memakai bajuku lalu merencanakan untuk pergi makan.

Aqu cari driverku kemana-mana namun tidak ada hingga aqu temukan dia dikamar tidurnya, dia tertidur pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa lengan dan sarung.

Aqu mau membangunkan dia namun melihat dia tertidur pulas aqupun mengurungkan niatku untuk membangunkan dia, kasihan dia kecapekan setelah mengantar aqu seharian jalan-jalan pikirku.

Sebelum aqu meninggalkan kamarnya mataqu tiba-tiba tertuju pada tonjolan yg ada dibalik sarungnya sehingga membuat aqu ingin mengetahui bagaimana wujud tonjolan itu.

Aqu beranikan diri untuk melihat tonjolan itu dari bawah lalu aqu singkapkan sarungnya secara perlahan, aqu terkejut melihatnya karena dia tidak memakai celana dalam sehinnga aqu bisa melihat dengan leluasa kemaluan yg agak berdiri dan membuat aqu ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.

Aqu ingin sekali memegangnya namun aqu taqut driverku nanti terbangun dan dia akan marah terhadapku, dengan tangan yg gemetaran juga dingin dan jantung yg berdetak kencang aqu beranikan diri untuk memegangnya.

Aqu singkapkan sarungnya lebih keatas dan aqupun mulai memegangnya, terasa hangat dan membuat tanganku yg tadinya dingin menjadi hangat.

Aqu semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, aqu elus berkali-kali kemaluannya hingga berdiri dan semakin panjang kemaluan itu. Jantungku semakin berdetak kencang namun keinginanku untuk melaqukan yg lebih lagi juga semakin besar maka ku putuskan untuk mencoba mengulumnya.

Ku jilati serta memberikan gigitan kecil pada buah pelirnya yg berwarna kecoklatan hingga membuat aqu makin bernafsu dan sedikit demi sedikit aqu mulai menuju kemaluan yg telah berdiri.

Aqu masukkan secara perlahan terasa hangat yg disertai rasa asin dan masuklah kemaluan itu sampai pada ujung tenggorokanku, aqu coba masuk dan keluarkan sehingga membuat badanku mengeluarkan keringat yg di ikuti rasa gemetaran.

Buah dadaqu terasa semakin membesar dan mengeras sehingga membuat braqu terasa sesak juga kemaluanqu yg terasa mengeluarkan cairan. Aqupun semakin tidak bisa menahan nafsuku yg sudah memuncak lalu aqu semakin mempercepat kulumanku sehingga membuat kemaluan driverku licin karena liurku.

Di saat aqu sedang keenakkan melaqukan kuluman di kemaluan driverku tiba-tiba aqu terkejut oleh teriakan driverku dan mencabut kemaluannya dari mulutku.

Dia lalu berdiri dan memarahi aqu, dia merasa bersalah pada orang tuaqu karena membiarkan aqu melaqukan hal ini, aqupun tidak mau menyerah begitu saja dan karena aqu tidak bisa menahan nafsuku lagi yg seperti mau meledak aqupun mengancam driverku dengan mengatakan pada bapakku bahwa aqu telah diperkosa driverku juga akan mengatakan pada istrinya kalau tidak mau melayani kenginanku.

Dia ketaqutan dan menyerah padaqu, aqupun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aqu melepas sarungnya dan aqu jongkok didepannya. Kulihat wajah driverku terlihat wajahnya menampakkan kesedihan namun aqu tidak mempedulikannya.

Aqu tidak peduli bagaimana perasaan driverku, aqu hanya ingin kenikmatan seperti yg telah temanku rasakan. Aqu ingin membuat dia agresif terhadapku dan melupakan istrinya sesaat, karena keinginanku itu aqu mulai melaqukan rangsangan terhadapnya.

Kukulum lagi kemaluannya yg telah lemas tanpa canggung dan taqut lagi pada driverku, kupercepat kulumanku sehingga membuat kemaluannya kembali berdiri. Aqu sangat menikmati kemaluan.

“Ehhmm.. Enak.. Ehmm” dan aqu merasa bahagia karena membuat dia mulai terangsang yg mulai menunjukkan ke agresifannya.

Driverku mendesis menikmati kulumanku. “Ough.. Terus.. Cepat.. Ouh Irmadina” Hanya itu saja kata yg keluar dari mulutnya aqupun semakin bersemangat dan semakin mempercepat kulumanku.

Hingga beberapa kuluman kemaluannya terasa semakin membesar dan menegang juga disertai denyutan dan dia pun memegang kepalaqu juga memcambak rambutku dengan kasar dia semakin memaju mundurkan kepalaqu dan aqupun semakin bersemangat karena aqu tahu dia akan sampai.

“Ouhh.. Ouuhh aqu sampai aqu sampai Irmadina ough” dan keluarlah air maninya ke mulutku hingga mulutku tidak muat untuk menampungnya.

Air maninya terasa hangat, asin, dan baunya membuat diriku ingin memuntahkan air mani itu dari mulutku namun dia menarik kepalaqu lalu mencium aqu. Ciumannya yg sangat bersemangat kepadaqu membuat aqu terpakasa untuk menelan air maninya untuk mengimbangi permainan bibir itu.

Aqu merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aqu dicium oleh lelaki, dia terus mencium aqu dan tangannya mulai menyelinap masuk ke kaosku. Tangannya menuju ke buah dadaqu, dia meremas-remasnya sehingga membuat nafasku semakin memburu yg disertai degupan jantung yg cepat. Dia semakin agresif dengan membuka kaos ketatku, rok, bra serta celana dalamku.

Terbukalah sudah apa yg selama ini aqu tutupi, aqu merasa risih karena baru kali ini aqu telanjang dihadapan lelaki sehinnga tangankupun secara spontan menutup kemaluanqu juga buah dadaqu. Namun karena nafsuku yg semakin memuncak maka aqu biarkan badanku telanjang dan aqupun dengan agresif melucuti kaosnya.

Sekarang kita benar-benar telanjang bulat, kita saling berhimpitan sehingga kemaluan yg telah mengacung itu menempel pada kemaluanqu. Aqu ingin sekali merasakan kemaluan itu masuk ke kemaluanqu dan aqu telah mencoba memasukannya namun tidak bisa, dengan terpaksa aqu hanya mengesekkan kemaluannya ke kemaluanqu dan itu membuat aqu semakin bernafsu.

Setelah dia puas mencium aqu dia menurunkan kepalanya menuju kaki, dia menciumi kakiku sampai ke kemaluanqu. Dia menjilati kemaluanqu, menyedot kemaluanqu dan juga memberikan gigitan kecil pada kemaluanqu sehingga membuat aqu tak bisa menahan getaran badanku.

Semakin dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta desissan yg keluar dari mulutku.

Tanganku berpegangan pada kepalanya dan aqupun menekan kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku kepundaknya agar bisa semakin masuk ke kemaluanqu, jilatan dia membuat aqu tak bisa lagi menahan badanku sendiri. Badanku melengkung ke belakang dan kepalaqu medongak keatas yg disertai keringat yg semakin mengucur deras.

“Auhh.. Ouhh..”

Dia terus menjilati kemaluanqu sehingga membuat aqu semakin tidak tahan “Ough.. Yes.. Ouugh.. Aqu keluar” dan aqupun mengalami klimaksku yg pertama, aqu merasa kenikmatan yg luar biasa karena baru kali ini kali mengalami klimaks bersama lelaki.

Driverku menghisap-hisap kemaluanqu hingga terasa kering, nafasku yg tadinya memburu sekarang sudah mulai reda. Aqu yg telah mengalami klimaks terasa badanku lemas namun driverku masih saja semangat, dia mengendongku ke tempat tidur dan menjatuhkanku.

Dia bermain di buah dadaqu yg berukuran sedang putih bersih kemerahan, driverku mengulum, menyedot, meremas dan juga menggigit-gigit buah dadaqu. Permainan mulutnya sanggup menaikkan kembali nafsuku, driverku sangat menikmati buah dadaqu dan dia selalu memuji buah dadaqu yg kenyal dan kencang itu.

Aqu yg ingin kembali menikmati kemaluan driverku segera aqu menggulingkan driverku disampingku, aqu menindihnya dengan kemaluanqu menghadap ke muka driverku dan kita pun saling melaqukan rangsangan. Aqu kembali mengulum kemaluannya sedangkan dia menjilati kemaluanqu.

Permainan lidahnya yg liar di kemaluanqu membuat tak kuasa menahan nafsuku yg mau meledak dan dengan segera aqupun minta untuk memasukkan kemaluannya ke kemaluanqu dan diapun mengijinkannya.

Aqu membalikkan badan dan sekarang kemaluan itu tepat di bawah kemaluanqu, aqu memegang kemaluan itu dan mengarahkannya ke kemaluanqu namun aqu tidak bisa memasukkannya terasa sulit walaupun kemaluanqu telah basah.

Kemaluan driverku seperti tidak mau masuk kemaluannya selalu ke kanan atau ke kiri. Driverku pun membantuku, dia memegang kemaluannya sedangkan tangan satunya menuju kemaluanqu dan memasukkan jarinya ke kemaluanqu, aqupun terkaget dan berteriak “Ouhh”.

Jarinya maju mundur dan seperti mengaduk kemaluanqu, driverkupun mengeluarkan jarinya lalu mencoba memasukkan kemaluannya ke kemaluanqu.

Secara mengejutkan kemaluan itu masuk dengan mudah, aqu terkaget merasakannya lalu berteriak “Auhh.. Ough..”

Dan mataqu melotot serta kepalaqu mendongak ke atas. Kemaluanqu terasa penuh dan disertai rasa nyeri yg sangat hebat namun driverku duduk menghiburku dengan menciumku.

Dia menyuruhku naik turun namun itu sulit bagiku karena baru yg pertama aqu melaqukannya, aqu mencoba naik turun rasanya nikmat sekali merasakan dua alat kelamin bergesekan namun tetap rasa nyeri tetap ada.

Akhirnya aqupun lancar menaik-turunkan, melihat itu driverku semangat dia mulai meremas buah dadaqu dan mulai melaqukan gerakan juga. Lama-kelamaan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya dengan cepat aqu menaik turunkan. Gesekan itu sangat nikmat Meirambah lagi remasan driverku di buah dadaqu.

“Uhh.. Aauhh.. Oouughh” aqu terus mendesis.

Malam yg sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan serta teriakanku, kulihat driverku sekali memejamkan mata menikmati kocokanku. Hingga beberapa lama kita tetap pada posisi itu dan aqupun merasakan sesuatu yg mau meledak di kemaluanqu.

“Ouhh.. Ouughh.. Aqu sampai” aqupun merasakan klimaks yg kedua kali.

Tenaga yg habis membuat aqu tidak dapat menahan badanku dan aqupun rubuh diatas driverku. Dengan kemaluan yg masih menancap di kemaluanqu driverku membalikkanku hingga dia berada diatas, dia kembali mengocok kemaluanqu yg telah kelelahan dengan semangat yg masih memburu diapun ingin mengalami klimaks maka aqupun melayani dia walaupun tenagaqu sudah habis.

Driverku merasa tidak puas dengan posisi dia diatas dan dia meminta aqu untuk duduk dipangkuannya dan dia dengan semangat kembali mengocok. Aqu yg sudah lemas masih mencoba mengimbagi kocokannya, aqu mencoba memaju-mundurkan pantatku walaupun sudah lemas.

Dia semakin semangat untuk mengocokku dengan buas dia juga menggigit buah dadaqu dan itu sangat membuat diriku kembali terangsang. “Oouuh.. Ouuhh.. Uuhh”

Aqupun di buat tidak berdaya dan lagi-lagi aqu dibuat klimaks untuk ketiga kalinya. “Uuhh.. Ouugh.. Kau hebat Dika.. Ouugh”.

Dengan klimaksku yg ketiga badanku semakin lemas tak berdaya, posisi kami tetap duduk dan aqu terus saja memuji dia “Kau hebat Dika” kataqu.

Driverku menyuruhku untuk menungging dengan lemas dan antara sadar dan tidak aqu masih menurutinya. Dia masih tidak bosan mengerjai kemaluanqu. Dia masih dengan semangat tetap mengocok serta meremas buah dadaqu dan kadang-kadang meremas pantat ku. Jarinya juga masuk ke duburku.

“Ouugh.. Ougghh.. Ougghh” kataqu semakin menikmati, dengan kasar dia mengocok kemaluanqu dan juga duburku. Dengan kocokan dari dubur dan kemaluan badanku semakin tak karuan dibuatnya.

“Ouuhh.. Ougghh.. Terus Dika”

Tak berselang lama aqu merasakan lagi klimaks yg ke empat.

“Oouuhh.. Kau hebat.. Oughh.. Aqu aqu dapat ough..”

Dan dia pun mengikuti mengalami klimaks dengan air mani yg masih banyak. Semprotan air maninya membuat mataqu terbelalak dan aqu pun merasakan kenikmatan, air maninya tidak dapat tertampung di kemaluanqu sehingga jatuh ke sprei.

Kitapun terjatuh bersamaan di tempat tidur, driverku berada disampingku dan dia masih mencium serta meremas pantat dan buah dadaqu. Setelah nafasku mulai reda aqupun langsung keluar dari kamarnya dengan masih telanjang dan berjalan dengan gontai, driverku pun tertidur lagi.

Begitulah kisah nyataqu bersama driverku yg baru aqu alami sekitar 25 Agustus 2004. Aqu tidak kecewa walaupun keperawananku telah hilang namun aqu senang mendapat pengalaman yg berharga.

bandar sakong   bandar kiu kiu