Cerita Porno Dukun Cabul Dan Ibu Rumah Tangga

Posted on

Selamat datang di Cerita Porno Persembahan sukaporno. Saat ini Team Cerita Porno ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Porno Dukun Cabul Dan Ibu Rumah Tangga. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Porno Dukun Cabul Dan Ibu Rumah Tangga

Cerita Porno Dukun Cabul Dan Ibu Rumah Tangga

Verika menduga pasti Fredy sudah melakukan suatu perselingkuhan dan menyeleweng dikeranakan Fredy tak lagi memberikan nafkah batin untuk Verika, sedangkan Fredy selalu pergi ke luar kota setiap minggu dgn begitu hubungan seks-nya dgn istrinya pasti tersalur, sedang waktu ini Fredy sudah lupa akan kewajibannya. Siapa perempuan yg sudah merebut Fredy dari tangannya, Verika tak mengetahui. Oleh sebab itu Verika sering merenung dan berpikir apakah selama ini ia tak melayani kebutuhan dan kesenangan suaminya, tetapi semua itu ia rasa tak mungkin dan sepengetahuannya ia selalu melayani dan melaksanakan kesenangan dan kesukaan suaminya. Sedang kalau ia lihat bentuk badannya yg mungkin sudah berubah? tetapi ia sadari tak mungkin juga, Verika menyadari ia dan Fredy sudah berumah tangga kurang lebih 6 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yg paling besar berumur 5 tahun, mustahil bentuk badannya akan menyebabkan Fredy berpaling.

Di depan cermin sering Verika mengamati badannya, ia pun rajin senam dan melangsingkan badannya, tetapi apa gerangan Fredy berubah dan tak mau menjamahnya? Secara fisik Verika memang seorang ibu rumah tangga yg sudah beranak dua, tetapi jika melihat badan dan kulitnya banyak membuat gadis yg iri kerana bentuk badannya amat serasi dan menggiurkan setiap laki-laki yg menatapnya. Umur Verika baru 32 tahun, di waktu itu ia butuh pelampiasan birahi jika malam hari menjelang, tetapi sikap Fredy sudah membuatnya menjadi tak percaya diri. Atas saran kawan karibnya yg juga ibu rumah tangga dan perempuan karir, maka Verika disarankan untuk meminta tolong pada seorang dukun sakti yg bisa mengembalikan suami dan membuat Fredy bertekuk lutut kembali. Ini sudah lama di coba Lusiana, dulunya suaminya juga menyeleweng. Tetapi atas bantuan dukun itu suaminya sudah melupakan perempuan simpanannya.

Dgn saran dan nasehat dari karibnya itu Verika memberanikan diri untuk datang ke tempat dukun itu walaupun jaraknya agak jauh kurang lebih 2 jam perjalanan dgn mobilnya. Dgn bantuan Lusiana, Verika mengemudikan Balenonya ke tempat dukun itu. Mereka berangkat pagi harinya. Sesampai di gubuk dukun yg memang terpencil di sebuah kampung itu, Verika memarkirkan mobilnya di samping gubuk itu. Lalu Lusiana mengetuk pintu gubuk itu dan dgn adanya sahutan dari dalem mempersilakan mereka berdua masuk, di dalem sudah ada dukun itu yg duduk dgn sembari menghisap rokoknya.

“Ooo… Bu Lusiana? ada apa Bu? ada yg bisa saya bantu?” dukun itu berbasa basi. “Eee… ini Mbah, kawan saya ini ada masalah dgn suaminya, tetapi ia ingin suaminya seperti sedia kala lagi…” jawab Lusiana.

Lalu Lusiana memperkenalkan sang dukun yg bernama Mbah Dudu itu kepada Verika. Sembari berjabat tangan Mbah Dudu mempersilakan kedua perempuan itu untuk duduk bersila di lantai gubuknya itu. Sepintas Verika merasa agak risih dari mulai ia memasuki gubuk itu. Ada perasaan tak enak tetapi kerana keinginannya mengembalikan suaminya ia tak mengambil pusing semuanya. Tanpa ia sadari dari waktu ia masuk dan bersalaman dgn Verika mata mbah dukun itu tak henti- hentinya memandang ke arah Verika. Lalu ia memanggil Verika untuk maju selangkah ke arahnya, dan Verika diperintahkan untuk memasukkan tangannya ke dalem wajan yg berisi air kembang, lalu Mbah Dudu membakar menyan dan membaca mantranya.

Tak berapa lama kemudian ia buka matanya dan berkata bahwa mata hati suaminya sudah dipengaruhi oleh perempuan simpanan Fredy dan membuat Fredy melupakan keluarganya. Atas saran mbah dukun supaya Fredy kembali maka Verika harus memakai jimat yg akan dibuatkannya, asal Verika mau menjalani syarat-syaratnya dan itu semua terpulang kepada Verika. Kerana besarnya keinginan agar Fredy kembali, maka Verika menyggupi segala syarat-syaratnya. Sesudah itu sang dukun berkata bahwa besoknya Verika akan mendapatkan jimat itu dan akan dipasangkan ke badan Verika dan akan dibuatkan malam ini. Mbah Dudu adalah laki-laki asal Nias yg sudah lama memiliki ilmu yg amat sakti. Tak sedikit orang yg sudah dibantunya. Mbah Dudu tinggal seorang diri di gubuk itu dan tak memiliki istri. Umurnya sudah beranjak tua yaitu 70 tahun tetapi fisik dan sosoknya tak menggambarkan ketuaan. Selanjutnya Verika minta diri dan menitipkan amlop untuk memenuhi syarat-syaratnya, dan berjanji besok akan datang. Lalu Lusiana minta diri kepada Mbah Dudu, lalu mereka pulang ke rumah dan besok Verika harus mengambil jimatnya.

Besok hari yg sudah ditentukan, Verika minta Lusiana membantu menemaninya ke tempat dukun itu, tetapi kerana adanya kesibukan di kantornya maka Lusiana tak dapat menemani. Dan berangkatlah Verika mengendarai Balenonya seorang diri ke tempat dukun itu. Lebih kurang 1,5 jam perjalanan Verika, sampailah di gubuk itu dan memarkirkan mobilnya di samping gubuk, sedangkan hari waktu itu sudah mendung dan berangin sepertinya hari akan hujan. Lalu Verika mengetuk pintu
gubuk dan kemudian pintu itu dibuka Dudu dari dalem dan mempersilakan masuk. Lalu Verika masuk kegubuk dan duduk di lantai. Lalu Mbah Dudu meminta Verika untuk langsung ke depan dan menerima saran dan cara-cara memakai jimat itu. Verika diharuskan untuk berbaring dan memakai kain sarung lalu menelentangkan diri, kerana jimat itu akan dipasangkan pada badan Verika yg biasa di sentuh suaminya. Lalu Verika minta ijin untuk memakai sarung yg dipinjamkan sang dukun di
kamar yg sudah tersedia.

Dalem kamar itu, hanya ada satu dipan kayu yg sudah lama dan waktu itu Verika membuka seluruh pakaianya, sedang BH dan CD-nya tetap terpasang pada badannya. Sewaktu kemudian sang dukun memasuki kamar itu dan minta Verika berbaring di dipan itu. Verika menuruti kata dukun itu, lalu Mbah Dudu memulai melakukan aktifitasnya dgn memasangkan cairan jimat itu mula-mula ke kulit muka Verika lalu turun ke leher jenjang dan ke dada yg masih tertutup BH. Sesampai pada dada Verika sang dukun menyadari adanya getaran birahinya mulai datang dan lalu di sekitar dada Verika ia oleskan cairan itu, tangan sang dukun masuk ke dalem dada yg terbungkus BH. Di dalem BH itu tangan Dudu memilin dan memilintir puting susu Verika, dgn cara itu Verika secara naluri seksnya terbangkit dan membiarkan tindakan sang dukun yg memang kelewatan dari tugasnya itu, Verika hanya diam. Lalu sang dukun membuka pengait BH Verika dan melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah sepasang dada montok yg putih mulus kemerahan kerana gairah yg dipancing Mbah Dudu itu.

Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang sampai Verika merasa tak kuat menahan nafsunya. Lalu sang dukun tangannya turun ke perut dan ke selangkangan Verika. Di situ tangan sang dukun memasuki selangkangan Verika, tindakan ini membuat Verika protes,

“Jangan! saya mau diapakan Mbah?” tanyanya. “Ooo… ini adalah pengobatannya, Lusiana pun dulunya begini juga,” jawab mbah dukun sembari mengatur nafasnya yg terasa sesak menahan gejolak nafsu. Di lubang kemaluan Verika, jari tangan sang dukun terus mengorek-ngorek isi kemaluan Verika sehingga Verika merasakan ia akan menumpahkan air surgawinya waktu itu. Sembari membuka kain sarung yg melilit badan Verika sang dukun lalu menurunkan CD yg menutup lubang kemaluan Verika itu. Lalu ia letakkan CD Verika di samping dipan yg beralaskan bludu usang itu. Sewaktu kemudian Verika sudah telanjang bulat dan jari tangan sang dukun tak henti-hentinya beraksi di sekitar daerah sensitif badan Verika. Sedang jimatnya sudah dioleskan pada seluruh bagian-bagian badan Verika.

Lalu tibalah waktu untuk memasukkan keampuhan jimatnya, maka sang dukun minta kepada Verika untuk mau bersengggama kerana jimat itu tak akan bisa dipakai jika Verika tak melakukan senggama dgn dukun itu. Kerana Verika sudah merasa kepalang basah dan ingin niatnya kesampaian maka ia ijinkan sang dukun melakukan persenggamaan. Lalu tangan sang dukun membuka paha Verika yg mulus terawat itu. Lalu ia buka lubang kemaluan Verika dgn tangannya dan memainkan klitoris Verika dan kembali Verika histeris ingin dituntaskan nafsu yg sudah sampai di kepalanya, ditambah sudah beberapa bulan tak berhubungan seks dgn suaminya. Mbah dukun yg sudah sama-sama-sama bugil dgn Verika lalu memasukkan gagang kemaluannya yg cukup besar itu dan kuat ke dalem lubang kemaluan Verika yg sudah dibasahi air keperempuanan Verika yg tampaknya siap untuk melakukan penetrasi ke dalem lubang kemaluan yg sudah basah itu. Sesudah dipaksakan agak keras lalu gagang kemaluan yg tegak menantang masuk seluruhnya ke dalem lubang kemaluan Verika, dan Mbah Dudu melakukan gerakan maju mundur, sedang tangannya tak henti-hentinya memilin dan menekan pinggul padat Verika itu. Buah dada Verika tak luput dari jelajahan tangan sang dukun. Lebih kurang 30 menit lubang kemaluan Verika digenjot dgn paksa lalu sang dukun barulah sampai klimaks dgn menumpahkan air maninya ke dalem lubang kemaluan itu sebanyak-banyaknya.
Sedangkan air yg keluar dari lubang kemaluan Verika itu ia oleskan ke lidah Verika untuk kasiat bahwa Verika tak bisa dilupakan suaminya. Dalem persenggamaan itu Verika sempat orgasme 3 kali, itu pun waktu ia terengah-engah di waktu gagang kemaluan sang dukun mengaduk-aduk isi kemaluanya tadi. Sejam kemudian barulah permainan itu selesai sesudah sang dukun minta permainan dilakukan 2 kali. Sesudah itu Verika minta diri pulang dan membawa yg akan ia pakaikan
di rumahnya waktu mandi. Mbah dukun mengatakan ada jimat yg akan dipasang di dalem kamar Verika tetapi belum siap, dan mbah dukun berjanji akan mengantarkannya ke rumah Verika 2 hari lagi.

Tepat 2 hari kemudian sang dukun mendatangi rumah Verika yg megah. Waktu itu suami Verika belum pulang dari luar kota dan di rumah waktu itu hanya ada ia dan seorang pembantunya yg sedang menjaga anak-anaknya. Sang dukun berkata, “Bu Verika, jimat ini akan saya pasangkan pada kamar Ibu nanti malam,” sedangkan Verika merasa khawatir, bagaimana jika suaminya pulang. Tetapi kerana kesaktiannya, sang dukun berkata, “Bu Verika nggak usah khawatir, suami Ibu pulang
lusa, sedang ia sekarang menurut penglihatan saya sedang di Lampung,” kata sang dukun. Lalu bagaimana ia menerangkan kepada pembantunya kerana adanya kehadiran dukun tua itu? Lalu ia hanya berkata bahwa familinya dari kampung dan menumpang barang 1 hari di rumahnya. Lalu Verika mempersilakan sang dukun untuk istirahat di sebuah kamar yg memang diperuntukkan untuk tamu. Lalu sang dukun memasuki kamar yg sudah disediakan.

Malam harinya waktu akan memasangkan jimat di kamar Verika, dilakukan pada pukul 9.00 malam, sedang pembantunya sudah tidur di kamar belakang, tempat kamar tidur pembantu memang jauh di belakang dan tak mengganggu ke rumah induk tempat kamar Verika berada. Di dalem kamar itu sang dukun melakukan ritualnya dgn membaca mantera, lalu ia membakar menyan, sedang Verika duduk diam melihat apa yg dilakukan sang dukun dari atas tempat tidurnya. Lalu sang dukun
berkata, “Sebaiknya jimat ini kita pasangkan pada waktu tepat jam 12.00 malam nanti, berarti masih ada waktu 3 jam lagi, Bu Verika…” katanya. “Sekarang sebaiknya kita ngomong-ngomong saja dulu menunggu waktu,” kata sang dukun. “Baiklah Mbah,” lalu Verika mempersilakan sang dukun keluar kamar. Bagaimanapun ia merasa berat hati untuk membawa dukun itu ke dalem kamar pribadinya.

Sang dukun berkata, “Tak usah keluar… Bu Verika… di sini saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah Verika duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Verika. Lalu tangannya menggapai tangan Verika dan berkata, “Sebaiknya kita berdua melakukan seperti waktu Ibu di gubuk saya, sebab jika tak para jin yg membantu saya akan lari dan tak mau menolong Ibu,” kata mbah dukun. Verika hanya bergidik, bulu kuduknya merinding. Haruskah ia mengulangi kesalahan waktu ia harus bersenggama dgn dukun itu di gubuknya? Tetapi kerana adanya pengaruh dan keinginan Verika maka ia biarkan sang dukun mengulangi perbuatan maksiat itu di kamarnya, waktu itu Verika memang merasa menjadi seorang perempuan sempurna kerana ia sudah mendapatkan siraman batin dari dukun tua itu meskipun tak ia dapatkan dari suaminya.

Lebih kurang 2 jam mereka berdua mengayuh samudera kenikmatan bersama sang dukun dan membuat Verika orgasme berulang-ulang dan membuat lubang kemaluannya sampai lecet kerana kebuasan gagang kemaluan dukun yg sangat besar itu. Lalu tepat pada jam 12 malam barulah jimat itu terpasang pada bawah ranjang Verika dan menjelang pagi mereka terus melakukan hubungan seksual dgn menggebu-gebu. Lalu Verika tertidur dan tak menyadari hari sudah pagi dan sang dukun sudah pergi, sedang Verika merasa badannya pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos.

Sejak waktu itu memang jimat pemberian sang dukun ada perubahan pada diri suami Verika dan ia sangat berterima kasih dan lalu ia mendatangi sang dukun. Sedang sang dukun cuma minta Verika tak melupakannya, dgn cara Verika harus 2 kali dalem sebulan datang untuk memberikan jatah hubungan seks kepada sang dukun seperti Lusiana juga melakukan hal yg sama. Memang sesudah itu Verika selalu rajin mendatangi sang dukun dan terkadang sang dukun yg datang ke rumah Verika untuk minta jatah senggamanya. Memang sebagai dukun ilmu hitam, Mbah Dudu harus mensenggamai pasiennya, kerana dgn demikian si pasien akan mampu disembuhkan dan ilmu sang dukun dapat dipelihara.