Cerita Porno Bohong Karena Kebelet Ngesex

Diposting pada

Selamat datang di Cerita Porno Persembahan sukaporno. Saat ini Team Cerita Porno ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Porno Bohong Karena Kebelet NgesexSelalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Porno Bohong Karena Kebelet Ngesex

bandar sakong   bandar kiu kiu

Cerita Porno Bohong Karena Kebelet Ngesex

Sdh berulang kali aku dan Bu Marni melakukan hubungan badan. Sdh hampir 2 tahun tahun, kita saling memberi kepuasan. Dari Bu Marni, aku tahu bahwa suami Bu Marnisdh hampir dari 4 tahun tdk bisa memberinya kepuasaan. Akibat dari suaminya yg sdh tua dan sering pulang sore dgn keadaan yg lelah setelah bekerja sebagai kuli bngunan. Maka dari itu, diusianya yg sdh tua yg kini sdh menginjak 49 tahun ia masih begitu buas bersetubuh.

Seringkali Bu Marni memintaku supaya setiap kali berhubungan badan, ia ingin selalu posisi di atas terlebih dahulu. Aku selalu menurutinya walaupun dgn posisi itu ia sering kelelahan dan orgasme. Tp perlahan dan tanpa paksaan aku setubuhi ia dlm posisi terlentang kdang miring, kadang tengkurap, dan kadang sampai ke dogystyle. Dan walaupun Bu Marni kelelahan ia selalu bersedia memberikan tubuhnya untuk aku nikmati sampai aku mencapai orgasme dan puas.

Memang, aku sangat kecewa karena setelah aku duduk di bangku 3 SMP hubungan ngesexku dgn Bu Marni menjadi sulit tersalurkan. Karena, sekolahku masuk pagi. Tak ayal, aku seringkali sakit kepala menahan birahi yg membuat pusing bukan kepalang.

Namun, pada suatu hari ketika aku sdh di caturwulan 3 yaitu caturwulan akhir keluargaku mendapat jatah liburan ke Pangandaran. Aku menolak ikut dan memilih untuk di rumah saja dgn alasan banyak tugas yg mesti dipenuhi sebagai syarat kelulusan. Akhirnya keluarga membolehkan aku tinggal di rumah. Aku pun menyarankan kepada ibuku, untuk urusan makan, biar Bu Marni yg menyiapkan untukku dan mengurusku selama keluarga berlibur. Ibuku setuju tanpa banyak bertanya ini itu. Sebab, nenekku yg biasa diandalkan jika keluarga bepergian kini ikut berlibur menggantikan jatahku. Sungguh bahaginay hatiku. Artinya aku punya kesempatan untuk ngesex lagi dgn Bu Marni.

Hari jumat jam tuju malam keluargaku berangkat ke pengandaran. Sambil bersantai di ruang tamu dan nonton tv, aku membayangkan berhubungan badan dgn Bu Marni lagi. Teringat kembali kenangan-kenangan ngesex yg liar bersamanya. Sungguh menjadi kenangan yg indah dan tak terlupakan.

Sekitar jam delapan, Bu Marni masuk ke rumahku. Jantungku berdebar-debar. Bingung memulainya tp aku pun sdh kebelet ingin segera ngesex dgnya.

“dek Iwan sama mama sdh di siapkan makan malam?” tanyanya.
“belum, bu. Mama gak sempet masak soalnya dari siang mama sibuk ngurus perlengkapan berlibur untuk keluarga.” jawabku.
“Ooo ya udahh, biar bu Marni yg masakin buat makan malam kamu. Tadi sebelum berangkat mama ke rumah ibu memberikan uang untuk keperluan kamu selama mama berlibur.”ujarnya penuh perhatian.
“asik dimasakin Bu Marni. Bikin nasi goreng ayam aja, bu. Itu di kulkas ada persediaan ayam.” pintaku pada Bu Marni.
“iya, boleh. Tp tunggu bentar ya. Ibu mau pulang sebentar dulu ijin sama suami takut nyariin.” jawabnya sambil beranjak ke luar rumah ketika aku menganggukan kepala pertanda mengiayakan.

Sambil menunggu Bu Marni, aku bersantai kembali di kursi sambil tiduran. Aku masih bingung, bagaimana caranya memulai persetubuhan yg hampir sembilan bulan tdk aku lakukan bersama Bu Marni. Semakin berpikir, semakin sakit kepalaku. Padahal birahiku sdh tak dapat aku tahan lagi.

Tanpa menunggu lama, Bu Marni telah kembali. Dlm keadaan bingung, aku hanya bengong ketika Bu Marni melintas dihadapanku menuju dapur. Antara birahi dan kebingungan memulai akhirnya aku beranikan diri beranjak dari kursi menuju dapur. Tampak Bu Marni tengah menyiapkan bahan-bahan masakan.

Akibat nafsu yg mengebu-gebu, tanpa banyak cakap aku langsung memeluk tubuh Bu Marni sambil mengesek-gesekan penisku pada bokongnya yg bahenol. Sambil mencium dan menjilati lehernya, kedua telapak tanganku pun bergerilia pada kedua toketnya yg kecil dan sdh kendor. Toket 32B dgn puting sebesar kelingking itu selalu aku ingat.

“mmmmppphhh dek, ibu udah gak bisa begituan. ibu udah menopause sssshhhhhh.” ucapnya sambil mendesah pelan tanpa menghindari tindakanku yg penuh nafsu.
“emang kenapa kalau menopause?” tanyaku polos sambil terus bergerilya di tubuhnya karena memang tdk tahu dan baru mendengar kata asing tersebut.
“ibu udah gak menstruasi jadi meqi ibu udah kering!” jawabnya sambil diselingi desah karena terbawa nafsu birahi.
“oh gituuu, nanti pakai ludah aja, bu!” saranku sambil terus bergerilya.
“gak bisa, ludah gampang kering. Meqi ibu pasti perih kalau dimasukin penis kamu” sergahnya masih disertai desahan pelan.

Dgn kecewa, aku beranjak pergi dari dapur. Aku tak bisa memaksa Bu Marni untuk melakukan persetubuhan. Karena aku tdk mau menyakitinya.

Ketika aku hendak duduk, aku melihat ada baby oil di dlm perlengkapan mandi adikku. Rupanya ibu lupa membawanya. Dgn secepat kilat, aku ambil dan segera menuju dapur.

“bu, ada ini! Nah, kalau pakai ini pasti licin dan ibu ngga akan merasa perih meqinya!” ucapku sambil menunjukan botol baby oil.

Bu Marni mengangguk menandakan bahwa ia setuju dgn inginku. Maka, aku segera menghampirinya dan kembali bergerilya ditubuh Bu Marni yg sedang sibuk mengiris bahan masakan. Sampai akhirnya Bu Marni terbawa bernafsu kembali. Dgn secepat kilat ia membalikan badan dan langsung menyosor bibirku sambil tangannya meremas rambut serta kepalaku. Aku tak tinggal diam, aku balas ciumannya sampai lidah kami saling hisap, saling jilat, saling lilit dan bertukaran air liur.

Sambil berciuman dan saling remas, aku tuntun tubuh Bu Marni menuju meja makan. Aku tarik kursi, aku dudukan ia. Terlihat mata Bu Marni begitu sayu karena terbakar nafsu birahi. Aku naikan daster hijau dgn belalahan dada rendah milik Bu Marni sampai ke perutnya. Aku Turunkan perlahan celana dlm berwarna hitam yg ia kenakan. Tampak bulu hitam meqinya. Segera aku arahkan kepalaku untuk melakukan jilatan dan hisapan pada liang meqinya sampai ke klitorisnya. Aku kenyot-kenyot itilnya. Terdengar desahan dan erangan saat lidahku dgn lincah menari-nari pada meqinya.

“mmmpphhh ooooohhhh ooooohhhhh mmmpphhhhh.” desahnya membuat suasana menjadi semakin bertambah hot.
“bagaimana bu, masih nikmat?” tanyaku disela-sela kesibukan menjilat meqinya.
“ooooooohhhhh mmmmppphhh iiyyaaaa deeek nikmatttttt baangeeett!” jawabnya sambil meracau dgn erangan nikmat.

Aku terus menjilati di meqinya. Terlihat ia semakin bernafsu, wajahnya memerah, dan matanya semakin mengecil sehingga terlihat warna putih matanya saja sambil tangannya meremas-remas toketnya sendiri. Maka, aku bantu ia melucuti pakainya sampai tak ada sehelai benangpun melekat pada tubuhnya.

Setelah telanjang bulat, aku jilat dan mengulum kedua toket kecilnya dgn penuh gairah. Ia tampak begitu menikmati ulahku.

Perlahan kepalaku mulai terbenam kembali pada meqinya. Aku jilat, aku hisap, aku kenyot lubang meqinya sampai pada klitorisnya. Bu Marni tampak menggelinjang karena geli dan nikmat.

Rupanya, menopause membuat dinding meqinya menjadi semakin tebal dan memang kering meqinya. Beruntung, ludahku cukup banyak sehingga meqinya menjadi basah.

“Aaaaaaaahhhhhhhh mmmmpphhhhhh deeekkk cepetttt maaasssuukiiinnn meeeemmmeeekkk uuddddaaaahhh nggaa taahhhaaannn!” rintihnya disertai desahan penuh gairah.

Aku menuruti kemauannya, aku tak mau menyiksanya dgn ulahku. Maka aku lebarkan kakinya. Tp Bu Marni menolak. Ia meminta untuk duduk di atasku. Maka setelah membaluri penisku dgn baby oil cukup banyak, Bu Marni mulai menurunkan pantatnya dan membimbing penisku supaya bisa masuk ke dlm meqinya. Dgn perlahan dan hati-hati akhirnya penisku terbenam dlm di meqinya. Bu Marni terdiam sejenak supaya penisku bisa menyesuaikan diri dgn meqinya.

Ketika penisku sdh bisa beradaptasi, Bu Marni mulai menggoyang memutar serta menaik turunkan pantatnya. Terasa nikmat, penisku bagai ada yg mengurut-urut. Membuat kami saling mendesah, mengerang, dan melenguh akibat nikmat yg tak terhingga.

“aaaaahhhhhhhhh ooooooohhhhh oooooooohhhhh sssssshhhhh mmmmppphhhhhh.” desahnya sambil terus menggoyang dan menaik turunkan bokongnya pada pangkuanku.

Tangan kananku, aku gunakan untuk memilin-milin puting dan meremas-remas toketnya secara bergantian. Sedang tangan kiriku yg sdh aku beri baby oil aku arahkan ke lubang anusnya. Bu Marni tdk menolak ketika jari tangan kiriku menjamah liang duburnya.

“mmmpphhhhh deeeekkkk ooohhhhhh niiiiikmmmattttt ooohhhhhhh.” desahnya merasakan sensasi dari penis dan jari tengahku pada meqi dan duburnya.

Sampai akhirnya, Bu Marni melenguh cukup lama. Badannya meliuk-liuk dan bergetar. Sedangkan liang meqinya berkedut-kedut pertanda bahwa ia mencapai orgasme.

“ooohhhhhh uuuhhhhhhhhhhhh mmmpppphhhh keeeelllluuuaaaaarrrr!” lenguhnya cukup panjang sambil sesekali menghentak-hentakan pinggulnya.

Bu Marni menikmati sisa-sisa orgasmenya sambil melingkarkan tangannya pada pundakku. Dgn posisi demikian, bau keringat penuh birahinya menusuk hidungku. Sungguh baunya membuatku mabuk kepayg.

Setelah nafas ngos-ngosan Bu Marni agak mereda, aku bimbing ia menuju tempat cucian piring. Aku arahkan tangannya supaya bertumpu pada pinggir bak cuci. Aku kangkangkan kakinya. Dan setelah menambah baby oil pada penisku, aku mulai masukan penisku pada liang meqinya. Dgn perlahan aku mulai maju mundurkan penisku pada liang meqinya yg setengah menungging.

“ooooooooohhhhh aaaaaaaaaaahhhh mmmppphhhh ssssshhhhhhhhhhh.” desahnya kembali membahana.

Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan mengocok dgn memaju mundurkan penisku dgn cepat. Jari tengah tangan kiriku yg basah oleh baby oil mulai aku arahkan kembali menuju duburnya. Perlahan-lahan mulai aku tusukkan jari tengahku pada duburnya.

“mmmmpphhhhhhh ooohhhhhh deeeeekkkk mmmpphhhhhh peeeerrrriiiihhhh.” erangnya yg bercampur dgn desahan.

Aku diamkan jari tengahku yg sdh masuk setengah di dlm liang duburnya. Dgn tangan kanan aku raih botol baby oil dan kemudian mengucurkannya pada duburnya. Perlahan, jari tengahku mulai sedikit mudah masuk lebih dlm. Tersentuh daging-daging kenyal di dlm liang duburnya. Sungguh nikmat sekali.

Bu Marni semakin mendesah serta mengerang-erang mendapat perlakuan jari tengah tangan kiriku pada liang duburnya dan penisku yg semakin lincah pada liang meqinya karena cairan baby oil yg mengucur dari duburnya.

Sampai akhirnya, aku sdh tak tahan lagi menahan geli serta gatal pada kepala penisku. Dgn gerakan cepat aku kocok meqinya dgn penisku.

“bbuuu aku keeluuuuaaaarrrrrrrr ooooooohhh!” lenguhanku yg disambut lenguhan panjang Bu Marni yg mencapai orgasmenya lagi.
“oooooooogghhhhhh ooooohhhhhhhhh aaaaahhh iibbbuuuu juugggaaaaa oooooohhhh oooooohhhh niiikkkkmmmaattttttt!” lenguhnya panjang.

Setelah usai bersetubuh, aku dan Bu Marni sama-sama masuk kamar mandi membersihkan diri. Kemudian aku beranjak menuju kursi tempatku menonton televisi.

Hampir 15 menit, nasi goreng udang pesananku selesai dibuatkan oleh Bu Marni. Ketika aku hendak makan di meja makan, aku ajak Bu Marni makan bersama. Tetapi Bu Marni menolak karena sebelumnya sdh makan di rumah bersama suami dan kedua cucunya. Maka Bu Marni memilih pamit pulang. Aku mengangguk mengiyakan sambil memberikan kecupan pada bibir dan keningnya. Tak lupa aku ucapkan banyak terima kasih atas segala pelayanannya.

Bu Marni berjanji akan kembali besok pagi-pagi sekali. Namun aku katakan padanya jangan terlalu pagi sebab, besok hari sabtu sekolahku libur untuk siswa kelas 3 untuk mempersiapkan diri ikut pra ujian. Setelah mendapat informasi demikian ia pun mengerti dan mohon diri.

Ketika berjalan ke luar dapur untuk pulang, aku lihat Bu Marni berjalan agak gemetar. Mungkin ia lemas setelah dua kali mendapat orgasme.

Besoknya, aku bangun agak siang. Sekitar pukul 8 pagi. Aku segera membuka kunci rumah kemudian beranjak mandi. Selesai mandi, ketika aku ke luar kamar mandi tampak Bu Marni tengah membuatkanku sarapan. Dgn perasaan riang, aku sibak rambut sepunggung Bu Marni kemudian aku ciumi tengkuk dan pundaknya.

Bu Marni tersenyum ketika membalikan badannya. Aku sosor bibirnya dan kami pun berciuman dgn saling rangkul dan peluk.

“emhhhh sdh pakai baju dulu. Sarapan dulu.” ujarnya sambil tersenyum penuh perhatian.
“yah ibu, aku pengen nih bu!” jawabku sambil meremas-remas toket kecil yg sdh kendor miliknya.
“yaudah deh, mumpung lagi sepi. Jangan lupa baby oilnya.” ujarnya.

Dgn masih berbalut handuk aku mengambil baby oil dan menunjukan padanya. Bu Marni tersenyum penuh arti. Maka aku tuntun tangannya meninggalkan dapur menuju kamar tidurku.

Di dlm kamar, aku mulai serang bibirnya. Kami pun berciuman dgn liar. Em nikmatnya. Tanganku mulai membuka kancing daster warna putih yg di kenakan Bu Marni. Sampai akhirnya daster putih itu kandas dari tubuhnya sehingga terlihat kutang cream dan celana dlm berwarna merah yg dikenakannya.

” wow, ibu seksi sekali!” bisikku memujinya.

Ia tersenyum membalas ucapanku. Kami kembali berciuman dgn penuh birahi. Lidah kami kembali saling lilit, saling jilat, saling hisap dan saling menukar air liur. emm sungguh nikmat rasanya.

Aku buka kutang creamnya dan mulai meremas serta memilin puting toketnya yg sebesar kelingking. Sedangkan tanganku yg lain meremas-remas pantat bahenolnya dgn gemas. Bu Marni melepaskan ciumannya dan mendesah-desah seperti orang makan sambal. Sungguh menggairahkan sekali. Sehingga, mulutku yg menganggur aku gunakan untuk menjilat toket dan mengenyot puting toketnya yg menggairahkan. Tanganku mulai aku mainkan menggosok meqinya yg masih dibalut celana dlm merahnya.

oooooooohhhh mmmmppphhhhhh mmmppphhhhh.” desahnya membuat suasana semakin panas.

Aku buka handukku sedangkan ia membuka celana dlm merahnya sehingga kami sama-sama bugil. Aku rebahkan badanku di kasur. Aku bimbing Bu Marni untuk melakukan 69. Awalnya ia tdk mengerti namun setelah aku jelaskan ia pun paham dan mulai naik di atasku dgn meqinya yg sdh berada tepat di wajahku. Dgn rakus aku lahap meqinya, aku sedot-sedot itilnya. Bu Marni pun tak hanya mengocok penisku dgn tangannya tp ia mulai mengulum penisku pada mulutnya. Sungguh sensasi 69 yg aku lihat di film bokef emang mantap. Nikmat rasanya.

Aku semakin liar melakukan kenyotan, jilatan serta hisapan pada seluruh permukaan meqi, liang meqi, dan itilnya. Begitupun Bu Marni yg mengulum lebih bervariasi dgn menjilat dan mengenyot kepala dan batang penisku. Penisku ia jilat dan hisap dari kepala sampai ke biji pelerku. Rasanya sungguh luar biasa, walaupun ketika kepala Bu Marni naik turun saat mengulum penisku masih sering kena gigi yg mengakibatkan rasa ngilu pada penisku. Memang, selama berhubungan dgn Bu Marni bisa di hitung berapa kali ia mengoral penisku. Sebab, kerapkali Bu Marni gatel meqinya dan memintaku segera memasukan penis pada meqinya.

“mmmmppphhhhhh oooohhhhhh oooohhhhhh maaaassssuuukkkiiiiinnn deeeeekkk!” pintanya sambil mendesah yg terdegar begitu sensual.

Aku pun meminta supaya aku di atasnya. Ia pun setuju dan mulai berbaring telentang membuka kakinya lebar-lebar supaya aku lebih leluasa memasukan penisku. Setelah memberi pelumas (baby oil) yg cukup banyak pada penisku dgn perlahan aku masukan penisku pada liang meqinya. Secara perlahan penisku mulai masuk melewati gerbang meqinya, perlahan lebih dlm dan lebih dlm lagi.

Aku memaju mundurkan penisku denga perlahan. plok plok plok, suara yg khas itu menggema di ruang kamarku. Aku remas-remas toket kecil nan kendor itu secara bergantian. Aku pun memilin dgn gemas puting sebesar kelingking yg bergelayutan.

Bu Marni yg sdh sangat birahi kemudian menarik kepalaku dan mencium bibirku. kami pun saling pagut, saling jilat, saling hisap, saling kenyot. Liur kami saling bertukar. Mulutnya sesekali menganga saat sedang berciuman untuk mengeluarkan desah atau erangan.

Semakin lama, kocokan penisku semakin kencang dan cepat. Sampai akhirnya badan Bu Marni melengkung-lengkung. Erangan dan desahannya semakin menggema dan panjang. Badannya bergetar dgn wajah memerah. Meqinya berkedut-kedut.

“oooohhhhhh mmmpphhhhhhhhh.” lenguhnya ketika mendapat orgasme.

Aku hentikan gerakanku. Aku sedot kuat-kuat toketnya yg kendor sambil lidahku menjepit kuat-kuat puting toketnya di mulutku. Bu Marni mencengkram kepalaku begitu kuat dgn kedua tangannya merasakan orgasmenya yg dahsyat.

Ketika orgamsenya mereda, aku pinta Bu Marni untuk posisi dogystyle. Ia menuruti kemauanku sambil mengambil posisi nungging di atas kasurku. Aku mulai mengucurkan baby oil pada duburnya. Dgn perlahan dan hati-hati aku mulai tusuk liang duburnya dgn jari tengahku. Bu Marni mengerang mungkin terasa pedas di liang duburnya. Namun ia tdk berontak dan mencegah perbuatanku. Sampai akhirnya jari tengahku amblas semuanya di liang duburnya.

Perlahan aku kembali mengucurkan baby oil pada duburnya. Setelah baby oil itu cukup banyak, aku mulai masukan jari telunjukku berbarengan dgn jari tengahku. Bu Marni kembali mengerang. Dgn perlahan aku kocok pelan supaya tdk terlalu terasa pedih.

Bu Marni mengerang dan mendesah ketika kedua jariku mengocok-ngocok liang duburnya. Liang duburnya kini telah menyesuaikan diri dgn kedua jariku.

Aku lumasi penisku dgn baby oil cukup banyak dan mulai mengarahkannya pada liang duburnya. Tampak Bu Marni kaget ketika kepala penisku telah masuk secara perlahan pada liang duburnya. Namun, dgn gerakanku yg perlahan ia mulai lebih santai.

Sedikit demi sedikit penisku semakin dlm memasuki liang duburnya. Penisku merasakan sensasi luar biasa nikmat. Penisku tercengkram kuat otot duburnya. Aku mulai melenguh merasakan kenikmatan yg baru. Rasanya nikmat sekali walau memang agak sakit sedikit sebab, penisku seperti terjepit di dlm duburnya. Perlahan-lahan liang duburnya telah beradaptasi dan mulai menerima kehadiran penisku. Maka dgn menambahkan lagi baby oil membuat aku menjadi lebih leluasa memaju mundurkan penisku.

Memang fantasy untuk ngentot dubur muncul ketika aku dan kawan-kawan sekolahku menonton bokef yg memasukan penis secara bergantian pada meqi dan dubur. Akibat tontonan itu, muncul keinginan untuk mencobanya. Sampai akhirnya dapat terealisasikan. Dan memang luar biasa sensasinya.

Kini kocokan dlm duburnya aku naikan temponya dgn lebih cepat. Desah dan erangan Bu Marni sambil menahan perih terdengar menggema di seluruh ruangan kamarku.

“oooohhhhhhh mmmpphhhhhh aaaauuuuuuwwwww sssshhhhhh.” desah dan erangan Bu Marni merasakan sensasi baru yg aku berikan.

Cukup lama aku mengentot duburnya, Bu Marni tiba-tiba mengejang-ngejang sambil melenguh panjang. Aku baru tahu kalau dgn cara mengentot liang dubur pun ternyata dapat membuat orgasme. Duburnya ikut berkedut-kedut dan mencengkram kuat-kuat penisku. Sehingga aku pun merasakan sensasi gatal dan geli menggelitik penisku. Hingga aku kembali mempercepat gerakanku untuk memburu orgasme.

“ooooouuuuuwwwwwggggghhhh oooohhhhhh mmmpphhhhhh.” lenguhan Bu Marni yg dilanda orgasme.
“oooohhhhhh ooooouuuuhhhhh!” lenguhanku sambil memuncratkan sperma sebanyak-banyaknya dlm dubur Bu Marni.

Usai sperma terkuras habis, aku cabut perlahan penisku ke luar dari duburnya. Terlihat cairan spermaku mengalir dari liang duburnya begitu banyaknya.

Aku merasakan badanku cukup lemas sehingga aku baringkan tubuhku di samping Bu Marni. Kemudian ia berbalik badan mengarahku. Seperti yg pernah ia lakukan dahulu, ia menciumi pipi dan wajahku. Aku tersenyum dan balas mengecup bibirnya sambil merasakan pegal dan agak ngilu di penisku akibat ngentot duburnya.

Tiba-tiba, telephone rumahku berbunyi. Aku segera bangkit untuk mengangkat telephone. Rupanya temanku Romy yg telphone. Ia menelphone sebab, aku tdk masuk sekolah. Sungguh perhatian sekali kawan dekatku ini.

Ketika asik ngobrol di telpon dgn temanku, Bu Marni kemudian ke luar dari kamar. Ketika lewat di belakangku, ia berbisik, “pinjam handuknya ya dek, ibu mau mandi dulu. Ini sprei kasurnya basah biar ibu cuciin sekalian.”

Aku menggangguk mengiyakan. Bu Marni kemudian berlalu meninggalkanku yg masih asik berbincang dgn kawanku.

Setelah menutup telpon, aku segera ke kamar mandi. Pintunya tdk di kunci oleh Bu Marni. Segera aku buka dan masuk. Bu Marni sedang menyabuni tubuhnya. Seksi sekali.

“bu, nanti temanku Romy mau tidiur di sini.” ujarku memberitahukan pada Bu Marni.
“oh iya, gampang nanti ibu masakin buat kalian berdua.” jawabnya santai sambil menggosok-gosok badannya.
“kayaknya nikmat bu jika begituan bertiga.” kataku sambil nyengir.
“ah aneh-aneh aja kamu. Begituan sama kamu aja ibu udah kwlahan apalagi ditambah satu lagi.” jawabnya sambil ikut-ikutan nyengir. -cerita sex hot-
“ya kita coba aja ya bu. Kalau ngga malam ini, mungkin besok pagi!” pintaku dgn sungguh-sungguh.
“gimana kalau nanti ajak dek. Jika ibu udah gak lemes.” jawabnya sambil geleng-geleng kepala.

Bahaginya hatiku walaupun belum mendapat kepastian dari Bu Marni. Setelah mencuci tangan dan kelamin, aku segera ke luar kamar mandi untuk sarapan. Perut lumayan keroncongan setelah melakukan kegiatan mengentot yg banyak makan energi.

Google Trends:

bandar sakong   bandar kiu kiu